BKB HI Warna Warni Jadi Pilot Project Best Practice Percepata Penurunan Stunting

Sleman – BKB HI Warna Warni Padukuhan Gempol ditetapkan sebagai pilot project dari Program Kegiatan Best Practice yang dicanangkan BKKBN Pusat, Rabu (31/07/2024). Penetapan tersebut dilakukan  dalam rangka percepatan penurunan stunting di Indonesia.

BKB HI Gempol merupakan keterpaduan Posyandu Balita Tanjung ll, BKB Warna Warni dan PAUD Mutiara Bunda yang berada di wilayah Kampung Karangasem Padukuhan Gempol Kalurahan Condongcatur.

PKB Depok, Siti Juwariyah menuturkan kegiatan Best Pracatice ini berada di bawah pantauan BKKBN Provinsi DIY, DP3AP2KB Sleman, FKKMK UGM, Puskesmas Depok II, dan PKB PLKB Depok.

“Kegiatan ini di jadwalkan berlangsung mulai 17 Juni, 3 Juli, 17 Juli, 31 Juli serta tanggal 14 Agustus dan 28 Agustus 2024,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua Posyandu Balita Tanjung II, Tri Suhartati menjabarkan detail kegiatan yang akan dilangsungkan. Di mana, Best Practice atau Penerapan Hal Baik di BKB HI Warna Warni Gempol  Part 4 ini di laksanakan hari ini Rabu 31 Agustus 2024 di rumah Dukuh Gempol. Kegiatan di awali dengan kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu.

Ketika  balita datang ke Posyandu  akan dibiasakan untuk cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan pelayanan meja 1 pendaftaran, meja 2 pengukuran dan penimbangan, meja 3 pencatatan, meja 4 pelayanan kesehatan, dan meja 5 penyuluhan.

Adapun sasaran dari program tersebut ialah balita dan ibu hamil. Hal ini disampaikan oleh Ketua BKB Warna Warni, Yaumil Fadribah saat ditemui di lokasi.

 “Sararan ada 60 yaitu  balita  sebanyak 58 anak dan ibu hamil ada 2 orang,” ungkap Yaumil.

Setelah mendapatkan pelayanan di Posyandu, ibu hamil dan balita tersebut masuk ke kelas BKB sesuai umur masing-masing. Adapun pengelompokan umur masing-masing kelas,  yaitu 0-1 tahun,  1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun, serta layanan ibu hamil.

Di kelas BKB ini, mereka akan dipantau perkembangannya melalui KKA. Selain itu, ada pula kegiatan makan bersama yang disediakan oleh Tim Dashat. Di mana menu yang disajikan memenuhi nilai gizi, baik kualitas dan kuantitasnya. Pemantauan juga dilakukan melalui kartu kendali, apakah makanan yang diberikan habis atau tidak.

Pada kesempatan itu, perwakilan Puskesmas Depok, Elfiana dan Ujiana juga memberikan penyuluhan kesehatan tentang PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak). Kegiatan tersebut kemudian di akhiri dengan pemberian PMT Kering kepada sasaran  untuk dibawa pulang dengan harapan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga dtunting bisa ditekan serta mencegah munculnya kasus stunting baru. (Tri Suhartati / Kim Depok).

image_pdfimage_print
Bagikan: