Dalam menjalani perjalanan sebagai wirausahawan, penting untuk selalu belajar dan beradaptasi dengan perubahan pasar serta memahami tren bisnis terbaru guna membantu usahanya tetap kompetitif dan inovatif. Selain itu, membangun jaringan yang kuat dengan sesama wirausahawan dan profesional lainnya dapat membuka peluang baru.
Hal tersebut dituturkan oleh Dr. Totok Budisantoso seorang wirausahawan sekaligus Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atmajaya Yogyakarta selaku narasumber dalam workshop bagi anggota Koperasi Credit Union Cindelaras Tumangkar (CUCT) Condongcatur yang berlangsung di Ruang 3309 Kampus Universitas Atmajaya Yogyakarta, Sabtu (3/8/2024).
Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Basuki Ruswanta selaku Ketua Pengurus Koperasi CUCT Condongcatur diikuti sebanyak 15 peserta yang merupakan anggota aktif yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam paparan materinya, Dr. Totok menyatakan berwirausaha merupakan sebuah langkah berani yang memerlukan motivasi tinggi dan tekad yang kuat. Karenanya, menjadi seorang wirausahawan memiliki kebebasan untuk mengembangkan ide-ide kreatif demi mewujudkan mimpi untuk menjadi kenyataan. Motivasi dalam berwirausaha dapat berasal dari keinginan untuk mandiri secara finansial, hasrat untuk menciptakan sesuatu yang baru, maupun dorongan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga bisa menjadi sumber motivasi yang kuat.
“Dengan adanya motivasi yang kuat dan pengelolaan dana yang sehat maka kesuksesan dalam berwirausaha bukanlah sesuatu yang mustahil dapat diraih,” tegasnya bersemangat.
Lebih lanjut, Ia memberikan tips seperti yang sudah dilakukannya mengenai kunci keberhasilan dalam berwirausaha untuk ditularkan kepada para peserta. Berdasarkan pengalamannya, seorang wirausahawan harus bisa mengelola dana dengan sehat yang artinya harus mampu membuat perencanaan keuangan secara baik, mulai dari pengalokasian modal awal, pengelolaan arus kas, hingga investasi untuk pengembangan bisnisnya.
“Penyusunan anggaran yang realistis dan pengawasan rutin terhadap pengeluaran sangat penting untuk memastikan bisnis tetap berada dalam jalur yang tepat. Sehingga dengan pengelolaan dana yang sehat, risiko kebangkrutan dapat diminimalisir dan peluang untuk mengembangkan bisnis semakin terbuka lebar,” terangnya.
Menurutnya, Kunci pelaku usaha agar dapat menjadi pemimpin pasar yaitu harus memiliki visi yang jelas dan fokus pada inovasi. Adanya visi yang jelas akan membantu menetapkan tujuan jangka panjang dan arah yang ingin dicapai dalam usahanya. Sedangkan inovasi merupakan kunci untuk tetap relevan dan unggul di pasar yang kompetitif. Dengan selalu berusaha mengembangkan produk atau layanan yang lebih baik dan unik, maka wirausahawan dapat menarik perhatian konsumen dan membedakan diri dari pesaingnya.
Di akhir pencerahannya, Dr. Totok menekankan bahwa kemampuan untuk berpikir kreatif dalam menciptakan inovasi baru dan beradaptasi terhadap perubahan, serta kualitas pelayanan yang baik kepada pelanggan adalah faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pasar karena pelanggan yang puas cenderung menjadi pelanggan setia dan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.
“Sehingga, pelaku usaha harus fokus pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan, memberikan layanan yang cepat dan responsif, serta membangun hubungan yang baik dengan pelanggan melalui pengumpulan dan analisis umpan balik dari pelanggan agar dapat meningkatkan produk dan layanan sesuai dengan harapan pasar,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


