Sleman – Sebanyak 23 Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kapanewon Berbah mengikuti acara studi tiru ke Lumbung Mataraman Bendung, Semin, Gunungkidiul, pada Selasa (6/8/2024).
Rombongan dipimpin Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan Wilayah VII Berbah, Aries Fibrianto. Pada kesempatan itu, Aries menjelaskan tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan semangat dan memotivasi KWT di Kapanewon Berbah, dalam mengembangkan sistem integritas farming.
“Sistem ini merupakan sistem pertanian dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman pangan dan ternak, untuk memperoleh agroekosistem yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi, dan pelestarian sumber daya alam,” tuturnya.
Lebih lanjut, Lurah Bendung, Didik Rubiyanto menyampaikan bahwa Lumbung Mataraman memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 1,5 hektare, dan menerapkan konsep kalurahan mandiri dalam hal pangan dan perekonomian masyarakat. Di mana, masyarakat setempat dipacu untuk memiliki kemampuan mencapai ketahanan pangan dan gizi, salah satunya dengan memaksimalkan peran KWT.
“Masyarakat setempat dipacu untuk memiliki kemampuan mencapai ketahanan pangan dan gizi. Salah satunya dengan memaksimalkan peran KWT ini,” ungkap Didik.
Lumbung tersebut diresmikan oleh Ngarsa Dalem Hamengku Buwono X, untuk mendorong konversi lahan kas desa untuk dijadikan lahan pertanian yang produktif. Selaras dengan hal itu, semangat dan konsistensi masyarakat setempat juga tidak pernah putus dalam meningkatkan berbagai inovasi, termasuk menjadikan Bendung Semin sebagai tempat wisata.
Terbukti, saat ini banyak kunjungan dari berbagai daerah di luar DIY bahkan dari luar Jawa, seperti Sumatrera dan juga Sulawesi. Mereka menjadikan Lumbung Mataraman sebagai salah satu tujuan wisata edukasi pertanian.
Selain KWT se-Kapanewon Berbah, acara ini juga diikuti oleh perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ke-Kapanewon Berbah, penyuluh lapangan dan perwakilan UMKM dan Kepala Bagian Kemakmuran Kapanewon Berbah. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah).


