Kiprah Pengurus Baru Relawan Kemanusiaan Tempel (REKAT) Dalam Kebencanaan

Sleman – Keberadaan relawan sangat dibutuhkan untuk mendukung tugas dan peran dari Pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana. Oleh karenanya, Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) hadir di tengah masyarakat dalam hal upaya penanganan bencana.

Rekat yang dibentuk sejak  2023, kepengurusan masa bakti 2023-2028 dan telah dikukuhkan  di Balai Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel pada Desember tahun lalu. Dalam kesempatan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 diikutsertakan dalam upacara penurunan bendera merah putih pada Sabtu (17/8/2024).

Ketua Rekat, Dwiyanto Hedi Purwoko saat mengikuti Upacara Penurunan Bendera di Kapanewon Tempel, Sabtu (17/8/2024) mengatakan usai dikukuhkan, pihaknya telah menyusun program prioritas, diantaranya menyiapkan agenda pembinaan untuk meningkatkan kapasitas termasuk dalam hal pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam penanggulangan bencana.

Selain berperan aktif dalam aksi penanggulangan bencana, Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) dilibatkan pula dalam upacara penurunan bendera memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua REKAT Kapanewon Tempel, Dwiyanto Hedi Purwoko mengatakan suatu kebanggaan ikut dilibatkan dalam peringatan HUT RI ke 79 tahun ini.

“Dalam momen peringatan hari kemerdekaan tahun ini kami pengurus REKAT diminta untuk mengirimkan 10 personil untuk mengikuti upacara penurunan bendera” ujar Hedi.

Hedi menambahkan, bahwa saat ini jumlah anggota yang terdaftar sekitar 50 orang, akan tetapi untuk tingkat keaktifan nya masih belum bisa maksimal untuk kedepannya akan dilakukan proses pemilihan yang lebih selektif lagi dalam perekrutan anggota.

“Harapan saya dimasa yang akan datang ke keberadaan REKAT dapat terus bersinergi dengan Muspika Kapanewon Tempel, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, sehingga keberadaan Rekat dapat bermanfaat positif bagi masyarakat luas,” ” tambahnya.

Kepala Jawatan  Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi,  menyanjung kinerja relawan yang bertugas dengan ikhlas saat menghadapi bencana khususnya di wilayah Tempel. Pihaknya juga mendorong agar tumbuh jiwa kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Saat terjadi bencana, para relawan REKAT menjadi pionir penting dalam kondisi tersebut. Yang ikhlas membantu tanpa meminta imbalan apapun. Kami berharap terus semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ungkap Supardi. 

Sedangkan Lurah Mororejo Jaka Ristanta menyatakan kehadiran relawan REKAT sudah terbukti dan dapat dirasakan khususnya bagi warga Kalurahan Mororejo ketika terjadi bencana angin kencang ataupun bencana lainnya.

“Sudah terbukti di wilayah kami contohnya saat terjadi angin kencang dan hujan lebat, banyak pohon tumbang menimpa sejumlah fasilitas penting, dengan adanya REKAT maka proses evakuasi dan pengkondisian berlangsung lebih cepat, sangat terbantu,” kata Jaka. (sbd_kimtempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: