Sleman – Kalurahan Pakembinangun menggelar musyawarah kalurahan yang membahas tentang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS, di kantor lurah setempat, Rabu (11/09/2024).
Hadir di acara itu Kawat Sosial Kapanewon Pakem , Tri Suhardi, Ketua BPKal, Supriyadi dan jajarannya, PJ Lurah Pakembinangun, Sunardi, Kamituwo Kalurahan Pakembinangun, Marzuki, penerima manfaat bantuan, dan para dukuh se-Kalurahan Pakembinangun.
Pada kesempatan itu, Ketua BPKal, Supriyadi menuturkan kegiatan tersebut dilakukan guna memperoleh data kesejahteraan sosial yang berkualitas dan tepat sasaran. Pasalnya, tahun ini ada perubahan data KPM, yang disebabkan oleh berbagai faktor.
“Musyawarah ini dilakukan untuk mendapatkan data kesejahteraan sosial yang berkualitas, bermutu, dan tepat sasaran. Karena dalam setahun ini ada perubahan data KPM, dikarenakan ada anggota keluarga yang meninggal, pindah, maupun berubah kondisi menjadi mampu. dan nantinya, diharapkan anfka kemiskinan ekstrim dapat dihilangkan” papar Supriyadi saat membuka acara.
Selanjutnya, Kamituwo Kalurahan Pakembinangun, Marzuki memaparkan data hasil Musduk DTKS dari setiap padukuhan.
“Dari Musduk DTKS yang kami laksanakan dari Dusun Purwodadi sampai (dusun) Sukunan, kami peroleh data sebagai berikut, usulan ada 84 KK, KK masih layak ada 764 KK, dicoret ada 74 KK, dan usulan baru sebanyak 152 KK,” ungkap Marzuki.
Marzuki menambahkan seluruh data tersebut dapat berubah sesuai dengan kenyataan yang diterima dari Dinsos Sleman. Mengingat, ada beberapa KK yang mengajukan KK sendiri ke Dinsos melalui dewan.
“Semoga data ini semua bermanfaat. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak dukuh dan jajarannya,” pungkas Marzuki.
Acara kemudian diakhiri dengan penandatanganan berita acara muskal oleh pihak yang ditunjuk oleh BPKal. (Asrori Wardan / Kim Pakem)


