Sleman Peroleh 4 Penghargaan IDSA 2015

DSC_2974Sleman – Bertempat di Tower Eighty Eight Kasablanka City Jakarta, Rabu (6/5) diselenggarakan Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015.  Penyelenggaraan kegiatan IDSA 2015 ini adalah tahun ke-3 yang diselenggarakan atas kerja sama PT Telkom yang bekerja dengan Kementrian Komunikasi dan informatika. Kegiatan IDSA ini adalah rangkaian dari kegiatan Jakarta Marketing Week 2015 yang diselenggarakan oleh Markplus Inc.

Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa Kepala Daerah yang masuk dalam final IDSA 2015,  dalam acara final IDSA 2015 tersebut Kepala Daerah harus mempresentasikan tentang perkembangan dan inovasi penggunaan IT di pemerintah daerah masing-masing. 

Menurt Ketua Dewan juri IDSA 2015, Cahyana Ahmadjajadi menyatakan bahwa IDSA tahun 2015 ini ada perbedaan dengan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya, karena untuk kategori Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten dibedakan kriteria penilaiannya, hal ini dikarenakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten sangat berbeda, seperti dalam hal luas wilayah Pemerintah Kota lebih kecil dibandingkan dengan Pemerintah Kabupaten, sehingga dengan pemisahan kriteria penilaian ini dapat hasil penilaian dapat lebih obyektif dan lebih berimbang.

Setelah para Kepala Daerah melakukan presentasi pada siang harinya, kemudian pada Rabu malam  dilaksanakan malam penganugrahan.  Dari keempat kategori yang dikompetisikan yaitu E-Health, E-Ducation, E-Tourism, dan E-Government untuk tingkat Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan pada setiap kategori.

Pada kategori E-Health Pemkab Sleman memperoleh peringkat ke-2, pada kategori E-Education Pemkab Sleman memperoleh peringkat ke-1, pada kategori E-Tourism memperoleh peringkat ke-2, dan pada kategori E-government memperoleh peringkat ke-1. Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo  MSI yang menerima secara langsung penghargaan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari hasil kerja keras semua pihak baik dari aparat Pemerintah dan juga masyarakat.

Hal itu dikarenakan setiap aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan dan melancarkan pelayanan kepada publik lahir dari kebutuhan masyarakat, jadi pemerintah merespon kebutuhan masyarakat yang kemudian diwujudkan dalam aplikasi yang mempermudah dan memperlancar pelayanan publik. Namun demikian Sri Purnomo berharap, agar Pemkab Sleman jangan merasa puas dengan apa yang diraih saat ini, karena kedepan dibutuhkan inovasi dan pengembangan tehnologi informasi yang  disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.  Terutama pada kategori E-Health dan E-Tourism.

Sementara Menteri Komunikasi Informatika, Rudiantara menyampaikan bahwa pengembangan internet di Indonesia memang masih membutuhkan usaha menyeluruh dari stakesholder dunia ICT (information communication technology), terutama dari sektor pemerintahan, publik, dan juga swasta. Karena itu peran dari pemerintah daerah menjadi semakin penting untuk memajukan masyarakat digital di daerahnya. Rudiantara juga menyatakan bahwa daerah yang maju IT’nya biasanya industrinya juga maju, karena saat ini kondisi industri baik barang dan jasa sangat membutuhkan ICT dan juga penggunaan IT.

Kriteria penilaian IDSA 2015 didasarkan pada empat aspek (initiative, leadership, usership, dan benefit) dan dilakukan pada lima pihak yaitu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, swasta, terkait sektor pariwisata (hotel, restoran, travel agent, dan usaha wisata), serta masyarakat.

Penilaian juga didasarkan pada pengukuran community impact atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat atas inisiatif digitalisasi kota dan kabupaten yang dilakukan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten, melalui survei Computer Aided Telephone Interview (CATI) yang dilakukan terhadap empat pihak yaitu lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, sektor terkait pariwisata, dan masyarakat di 110 daerah tingkat II dan survei ini melibatkan sekitar 11.250 responden.

image_pdfimage_print
Bagikan: