Sleman – Sleman – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sombangan Raya bekerjasama dengan Takmir Masjid Al-Fatah Nglahar gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara berlangsung pada hari Jum’at malam (27/9/2024) bertempat di Lapangan bola voli Nglahar, Sumbersari, Moyudan, Sleman.
Pengajian dihadiri oleh seluruh Pengurus PRM Sombangan Raya, Anggota Muhammadiyah Ranting, dan Warga jamaah masjid Al Falah Sombangan, Jamaah masjid Al-Fatah Nglahar dan Jamaah Masjid Al-Muharrar Dukuh.
Anton Rahmad Widodo, Ketua PRM Sombangan Raya sekaligus mewakili ketua Takmir Masjid Al-Fatah Nglahar dalam sambutannya menyiapkan bahwa tema yang diambil dalam pengajian tersebut adalah mencintai dan meneladani Rasululullah.
Lebih lanjut Anton menerangkan bahwa dengan mencintai Rasulullah, maka harus merefleksi dan mengenang perjuangannya.
“Dengan peringatan Maulid Nabi ini semoga menyegarkan pikiran dan mengingatkan kepada kita semua tentang perjuangan Rasulullah yang patut kita tauladani,” tutur Anton.
Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa dalam peringatan tersebut selain mendengarkan tausiah dari ustadz, juga dipersembahkan penampilan potensi dari Masjid Al-Fatah. Potensi tersebut adalah penampilan Tapak Suci, Pildacil, penampilan hafalan surat-surat pendek dari Santri TPA Al-Fatah. Selain itu juga menampilkan kelompok kesenian shalawat Al Mustofa.
“Dengan penampilan shalawatan ini kami berharap bisa memberikan khasanah, kesenian bisa dijadikan sarana untuk berdakwah,” ungkapnya.
Sedangkan tausiah disampaikan oleh Ustaz H. Syaebani. Dalam tausiahnya ia membeberkan tentang beberapa sifat Rasulullah yang patut untuk di tauladani.
“Rasulullah mendapat julukan Al Amin bukan dari dirinya tapi karena karakternya, maka umat yang memberi julukan tersebut,” ungkap Syaebani.
Selain itu ia juga membeberkan budaya Jawa yang merupakan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai contoh tumpeng, dalam tumpeng di bagian bawah terdiri dari beraneka ragam sayur dan lain-lain, hal itu sebagai gambaran kita terdiri dari beraneka ragam suku, bangsa dan bahasa tetapi pada ujungnya kita bersatu puncaknya untuk mencari ridho Allah,” ujarnya.
Selanjutnya Syaebani juga membeberkan manusia harus bermanfaat bagi sesama.”Ibarat pohon kelapa semua bermanfaat, buahnya dari yang bakal buah bisa untuk obat, kelapa muda untuk minum, yang tua bahan masak, pohon bahan bangunan, bahkan lidinya bisa dijadikan sapu,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Laskar Sedekah Sampah Masjid Al-Fatah Nglahar. Satgas bertugas mendata, menerima, menghimpun dan mengelola sampah dari jamaah yang digunakan untuk kepentingan jamaah. (Giek/KIM Moyudan)


