ASB Jerman Bersama Komunitas Banyu Bening Canangkan Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan

Sleman – Lembaga Non Pemerintah Internasional Arbeiter Samariter Bund (ASB) yang berasal dari Jerman menyambangi Komunitas Banyu Bening Sleman dengan maksud ingin berkolaborasi dalam program penguatan kapasitas lokal untuk air minum dan penyehatan lingkungan yang aksesibel dan peka iklim melalui peningkatan respon kemanusiaan yang ramah lingkungan.

Rombongan yang dipimpin oleh Nasrus Sukroni selaku Project Manajer Arbeiter Samariter Bund diterima secara langsung oleh Ketua Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuninigsih di Pendapa Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang terletak di Dusun Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (3/10/2024).

Mengawali pembicaraannya, Nasrus menuturkan bahwa program yang sedang dirancang lembaganya merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim dan meningkatkan akses terhadap air minum bersih serta sanitasi yang berfokus pada penguatan kapasitas lokal, aksesibilitas dan peka iklim, serta respon kemanusiaan yang ramah lingkungan.

Secara detail, ia menjabarkan bentuk penguatan kapasitas lokal yaitu meningkatkan kemampuan pemerintah daerah, masyarakat, dan komunitas lokal dalam merencanakan, mengelola, dan mengimplementasikan program air minum dan penyehatan lingkungan yang berkelanjutan. Sedangkan yang dimaksud dengan aksesibilitas dan peka iklim adalah mampu mengintegrasikan solusi yang tanggap terhadap dampak perubahan iklim, seperti pola cuaca ekstrem, dengan memastikan akses air minum dan sanitasi yang memadai terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap bencana atau perubahan lingkungan.

Adapun respon kemanusiaan yang ramah lingkungan artinya mengedepankan pendekatan ramah lingkungan dalam respon darurat dan pasca bencana, serta memastikan bahwa solusi yang diterapkan tidak hanya bersifat sementara. Tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

“Program ini penting guna menjawab tantangan global terkait air bersih dan sanitasi, terutama dalam konteks perubahan iklim yang semakin memperburuk situasi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah dengan akses terbatas terhadap air dan sanitasi,” ucap Nasrus.

Sejalan dengan Komitmen Lembaga Arbeiter Samariter Bund tersebut, Ketua Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih sangat mendukung program yang digagas dan akan diterapkan dalam waktu dekat di wilayah Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Magelang sebagai pilot project untuk percontohan.

Ia juga menjelaskan mengenai konsep bioprospeksi dari komunitas Banyu Bening yang harus dilakukan melalui pendampingan di lapangan.

“Ke depan, Arbeiter Samariter Bund akan bermitra dengan Sekolah Air Hujan Banyu Bening terkait instalasi pemanenan air hujan dan konservasi tanaman yang diampu oleh Kamaludin selaku Ketua Jaka Tarub atau Jaringan Keluarga Tangan Rakyat untuk Bumi,” terangnya.

Besar harapan dari kedua belah pihak dalam program tersebut, setidaknya melakukan mitigasi dan pengurangan risiko bencana melalui pendampingan di lapangan yang dibarengi kesadaran dan pemahaman masyarakat bahwa air hujan merupakan sumber kehidupan yang patut kita sayangi dan cintai. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: