TP PKK DIY melakukan monitoring dan evaluasi program Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Kabupaten Sleman, Kamis (10/10/2024).
Sri Herawati, salah seorang anggota Tim Monev Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana TP PKK DIY, menyampaikan bahwa program ini dari TP PKK Pusat untuk membentuk keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana di lingkungan keluarga. Monitoring dan evaluasi difokuskan pada bidang kesehatan, kelestarian lingkungan, dan perencanaan sehat.
Di seluruh DIY total ada 45 lokasi program ini dengan rincian 6 lokasi pilot project binaan TP PKK Pusat dan 39 lokasi pilot project binaan DIY. Adapun di Kabupaten Sleman, 9 kalurahan yang menjadi Lokasi project ini adalah Sinduadi (Peduli Stunting), Margorejo, Sidoagung (Menuju PHBS), Sindumartani, Tridadi, Banyuraden (Peduli KIA), Margoluwih, Sumberarum, Caturtunggal (Siaga Kebakaran), Wukirsari (Bencana Alam), Tamanmartani (Peduli Lingkungan), Sumbersari (Keluarga Berkualitas), Sukoharjo (Keuangan Sehat), dan Sidomoyo (Keluarga Sehat PUS).
“Permasalahan yang dihadapi adalah pembuatan laporan belum seluruhnya seperti yang diharapkan, data dukung dan data utama sumber data yang diambil bervariasi, belum semua membentuk tim gagah bencana, dan kekhawatiran gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana tidak ada kegiatan nyata,” papar Sri Herawati saat memaparkan programnya di Ruang Sembada, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Selain itu ada juga kendala berupa perkembangan dari semester ke semester berikutnya tidak dinarasikan, banyak yang belum membentuk posko gagah bencana, belum semua mempunyai inovasi dan kreatifitas yang memadai, belum semua OPD memberikan kontribusi sesuai masing masing pilot project, dan dana pelaksanaan gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana belum sesuai yang diharapkan.
Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Noor Hidayati yang menerima tim monev, menyatakan monev ini strategis bagi pihaknya untuk memperoleh feedback sejauh mana program Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana di Sleman dapat menggerakkan dan mengedukasi masyarakat untuk membentuk keluarga yang tanggap dan tangguh. “Kebanggaan bagi kami mendapatkan kesempatan untuk dievaluasi dan dimonitoring TP PKK DIY, untuk perbaikan program kami ke depan,” ungkap Noor Hidayati.


