Sleman – Bertempat di Masjid At Taufiq PMA Jamblangan Margomulyo, Sabtu (19/10/2024), Badan Koordinasi (BADKO) TKA-TPA Rayon Seyegan mengadakan lanjutan kursus Tartil Al Qur’an angkatan ke-4 yang telah memasuki pertemuan ke 8.
Sutarto Agus Raharjo, mewakili Ta’mir Masjid At Taufiq, menyampaikan terimakasihnya dipercaya menjadi tuan rumah kursus Syahadah 1. Harapan Sutarto, materi kursus yang diberikan kepada peserta tersebut menjadi bekal yang memadai untuk menyiapkan generasi Qur’ani di masa mendatang.
Sebanyak 29 peserta dari 12 Masjid di wilayah Seyegan mengikuti kegiatan yang peserta semuanya putri ini. Antusiame peserta di angkatan ke 4 ini dirasa berkurang, mengingat pada angkatan terdahulu, peserta bisa mencapai 40 orang lebih. Peserta nantinya akan dibagi dalam 4 kelompok dengan masing masing satu pembimbing yang menyampaikan materi bacaan sholat, do’a sehari hari, surat surat pendek, dan ayat pilihan. Materi materi tersebut disusun oleh Biro Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BADKO TKA-TPA Rayon Seyegan.
“Ada 5 Materi yang disusun dalam Syahadah 1, 2A, 2B, 2C dan 3 yang nantinya diberikan kepada peserta,” demikian penjelasan Ustadzah Dian Navitri.
Dian yang merupakan salah satu pembimbing juga menyampaikan bahwa setiap Syahadah diselesaikan dalam 10 kali pertemuan dengan periode pertemuan 1 Minggu sekali. Setelah 10 pertemuan selesai dilakukan Munaqosah atau ujian yang menghadirkan BADKO Propinsi sebagai dewan Juri. 10 pertemuan ini dirasa efektif oleh pembimbing. Karena kalau terlalu lama, peserta merasa jenuh sehingga banyak yang mundur di pertengahan kursus.
Ditambahkan juga oleh Dian, materi dalam ujian adalah baca Al Qur’an secara Tartil, dan ujian hafalan yang meliputi bacaan sholat, surat pendek (surat An-Nas – surat Al Qori’ah), 14 do’a harian dan ayat pilihan (ayat kursi dan Surat Al Isra’ ayat 23-27).
Dalam 10 kali pertemuan, pembimbing akan membagi menjadi 2 materi besar yaitu 5 kali pertemuan materi bacaan Tartil dan 5 kali untuk materi hafalan. Adapun hasil dari ujian peserta yang sudah dinyatakan lulus ujian Syahadah 1 nantinya, peserta sudah berhak untuk mengajar di TPA. Sehingga bisa dikatakan kalau materi dalam Syahadah 1 sampai 3 tersebut merupakan uji kompetensi bagi para ustadzah yang mengajar di TKA dan TPA.
Kendala yang dirasakan oleh pembimbing adalah konsistensi peserta untuk hadir di setiap pekan untuk mengikuti bimbingan Syahadah yang dirasa masih kurang.
“Masih ada peserta yang Minggu ini datang, Minggu berikutnya absen,” tutup Dian. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


