FKDM dan FPK Tempel Adakan Rakor Bahas Potensi Masalah di Kapanewon Tempel

Sleman – Pemerintah Kapanewon Tempel melakukan pertemuan rutin bulanan bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran kebangsaan (FPK) untuk membahas beberapa isu krusial yang telah terjadi serta mengantisipasi terjadinya potensi masalah di waktu yang akan datang, di Aula Embung Mororejo, Selasa (22/10/2024). Rapat koordinasi ini dihadiri oleh pengurus FKDM dan FPK, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel beserta stafnya.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi dalam sambutannya menyampaikan FKDM dan FPK ini merupakan forum mitra strategis pemerintah Kapanewon.

“Bersama dengan pihak-pihak terkait seperti Jagabaya di kalurahan berperan dalam menjaring, mengkomunikasikan, dan mengkoordinasikan situasi dan kondisi lingkungan terhadap perubahan situasi yang dapat mempengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu dalam rapat koordinasi kali ini, beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama, di antaranya adalah himbauan dari BMKG baik DIY maupun Kabupaten Sleman untuk melakukan kewaspadaan dini terhadap potensi bencana karena akan memasuki musim hujan apalagi akhir-akhir ini perubahan cuaca sangat sulit diprediksi,” kata Supardi.

“FKDM dan FPK bisa melakukan kerja sama dengan pihak lain dalam mitigasi dan deteksi dini kemungkinan bencana dengan pemerintah kalurahan atau komunitas relawan kebencanaan yang ada, seperti pemangkasan pohon yang sekiranya membahayakan keselamatan warga,” sambungya.

Selain itu, FKDM dan FPK juga pentingnya untuk melakukan koordinasi secara intensif dan berkelanjutan dengan pemerintah kalurahan, dalam hal ini adalah Lurah melalui Jagabaya.

“Lakukan tugas menjadi FKDM ataupun FPK sebagai sarana silaturahmi untuk membangun sinergi dan semangat yang sama dengan Jagabaya di masing-masing Kalurahan, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam rangka menciptakan sinergi yang kuat,” tutur Supardi.

Ia menambahkan, terkait pengelolaan sampah yang menjadi salah satu perhatian serius dalam rapat koordinasi kali ini.

“Hal yang dapat kami lakukan yaitu mengkomunikasikan kepada dinas terkait untuk meningkatkan infrastruktur, pengelolaan sampah, termasuk pengadaan tempat sampah yang memadai di wilayah rawan sampah. Termasuk seperti yang disampaikan FPK yang mencatat kekurangan penerangan jalan umum di beberapa tempat,” kata Supardi.

“Selanjutnya kami dari Kapanewon mengajak kepada FKDM dan FPK untuk mengikuti perkembangan situasi terkini apalagi di awal November nanti puncaknya masa kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, FKDM dan FPK harus terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, kepolisian di tingkat kalurahan, dan pihak terkait lainnya dengan memantau dan melaporkan apa yang mungkin muncul terhadap situasi dan kondisi di lingkungan sekitar, baik dalam hal keamanan, ketertiban, maupun bencana,” imbuhnya.

Supardi menegaskan FKDM dan FPK Tempel harus berperan aktif dalam menganalisis potensi risiko dan melaporkannya kepada kapanewon atau pihak lain. Selain itu, FKDM dan FPK pun perlu melakukan edukasi peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dini dan pencegahan.

“Di masa yang akan datang, FKDM dan FPK akan melakukan kegiatan edukasi, sosialisasi, dan pengembangan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi situasi yang mungkin timbul,” pungkasnya. (Sih Budi Daryanto / Kim Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: