Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur beserta rombongan yang berjumlah 140 peserta yang terdiri dari perwakilan RT, Pemerintah Desa dan Aparatur Kecamatan se-Kabupaten Kutai Timur yang dipimpin oleh Kalak BPBD Muhammad Idris Syam dan Kabid RR BPBD Kutai Timur Khairunnisa Nur, mengadakan kunjungan ke DESTANA Argomulyo, Cangkringan Sleman, Selasa (22/10/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk studi tiru tentang pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-erupsi Gunung Merapi.
Acara tersebut di hadiri Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro beserta Pamong Kalurahan Argomulyo, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Supriyono beserta penggurus FPRB dan relawan kebencanaan Kalurahan Argomulyo.
Lurah Argomulyo dalam sambutanya mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur dan merasa tersanjung atas kehadiran Kalak BPBD Kutai Timur beserta rombongan di DESTANA Kalurahan Argomulyo.
“Kami berharap kunjungan BPBD Kutai Timur dapat memperkuat sinergisitas antara BPBD Kutai Timur dan Pemerintah Kalurahan Argomulyo dalam hal komunikasi dan tukar informasi terkait dengan penanggulangan bencana,” kata Danang.
Selanjutnya, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kalurahan Argomulyo, Supriyono dalam kesempatan itu mempresentasikan berbagai langkah yang telah di lakukan dalam proses terbentuknya DESTANA Kalurahan Argomulyo, terbentuknya Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), penanganan barak penggungsian sampai dengan terbentuknya pengurus untuk penanganan pengurangan resiko bencana di tingkat Padukuhan.
“Itu semua dapat terbentuk dan berjalan atas dukungan masyarakat dan relawan kebencanaan dengan hati yang tulus dan jiwa bergotong royong untuk membantu orang lain yang tidak mengharapkan imbalan (lemah teles),” ucap Supriyono.
Sementara, Kalak BPBD Kutai Timur Muhammad Idris Syam mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen penanganan bencana dan memastikan pemulihan yang berkelanjutan.
“Kami ingin belajar dari pengalaman Kalurahan Argomulyo untuk meningkatkan efektivitas program rehabilitasi di daerah kami,” ungkapnya.
Acara di akhiri dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan mengunjungi museum terbuka Volcano Park Bakalan. (Mujiyanta/ Kim Cangkringan)


