Hadapi Kemarau PDAM Sleman Mulai Siapkan Sumber Air Cadangan

Sleman – Mendekati musim kemarau yang akan datang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman telah menyiapkan sejumlah sumber air. Hal tersebut dilakukan untuk menyukupi suplai air di beberapa wilayah yang rawan kekeringan.

Demikian dikatakan Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata SE MM, kemarin. Menurut Dwi,  selain menyukupi kebutuhan masyarakat di daerah rawan kekeringan, rencana tersebut bertujuan untuk menjaga suplai air selama kemarau. Pasalnya, sejumlah sumber air utama seringkali mengalami penurunan debit.

Dikatakan Dwi, Daerah rawan kekeringan antara lain Gamping dan Prambanan. Kedua wilayah ini sulit mengakses air dari sumber saat musim kemarau. “Untuk itu menjadi prioritas,” tutur Dwi.

Ditambahkan pula bahwa selain sumber air di Umbul Wadon, selama musim hujan pihaknya juga telah mempersiapkan sumber air di antaranya Embung Tambak Boyo di Depok dan Embung Bedog di Godean. Selain itu PDAM Sleman juga akan memanfaatkan resevoir (bak penampungan) Tambak Rejo, Tempel dengan kapasitas 50 meter kubik dan sumur dalam di wilayah Ngaglik yang memiliki debit sebesar 70 liter per detik.

Sumber air ini dapat dimanfaatkan selama musim kemarau sehingga dapat menjangkau wilayah Gamping. Sedangkan untuk wilayah Prambanan terutama di perbukitan, akan disuplai dengan cara droping air di bak-bak penampungan yang telah tersedia.

Diungkapkan Dwi  setiap musim kemarau PDAM Sleman mengalami penurunan kapasitas air sekitar 10 hingga 15 persen. Namun dengan adanya sumber air cadangan tersebut, kebutuhan suplai air ke pelanggan diklaim dapat terpenuhi.

“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan sejumlah embung untuk dijadikan sumber air alternatif. Namun embung yang akan dimanfaatkan harus memiliki debit air yang stabil saat musim kemarau sehingga tidak mengganggu kebutuhan warga yang sudah terlebih dahulu memanfaatkan sumber tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Aji Wulantara SH mengatakan dalam menghadapi musim kemarau, pihaknya sudah memetakan sumber air mana saja yang dapat dimanfaatkan warga. Saat ini Sleman memiliki 189 sumber air baik berupa embung maupun tuk yang tersebar secara merata di 17 kecamatan.

“Dalam pemanfaatannya ada yang sudah dikelola oleh Pemkab Sleman melalui PDAM maupun organisasi pengelola air yang dijalankan oleh masyarakat secara langsung,” paparnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: