Sleman – Untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat serta mengetahui potensi yang dimiliki masyarakat, UPT Puskesmas Tempel Satu menyelenggarakan kegiatan Survey Mawas Diri (SMD) di Aula Kalurahan Merdikorejo Kapanewon Tempel, Sabtu (26/10/2024). Kegiatan diikuti oleh Kader Kesehatan dari dua Kalurahan yaitu dari Merdikorejo dan Margorejo.
Dalam paparannya, Drg. Yulin Christina Wulandari dari Puskesmas Tempel I menyampaikan tentang apa yang dimaksud dengan survey mawas diri ini.
“Definisi Survei Mawas Diri atau disingkat SMD merupakan suatu upaya bersama yang dilakukan untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat yang dilakukan oleh kader kesehatan dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan dari Puskesmas. Pentingnya diadakan kegiatan ini adalah untuk mengatasi setiap masalah yang berhubungan dengan kesehatan warga masyarakat, sehingga pemerintah Kalurahan bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menangani masalah tersebut.” demikian ungkap Yulin.
Yulin menuturkan, tujuan Survey Mawas Diri ini adalah untuk pengumpulan data, masalah kesehatan, lingkungan dan perilakunya untuk selanjutnya dilakukan pengkajian dan analisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di masyarakat.
“Kemudian dilakukan iventarisasi sumber daya masyarakat yang dapat mendukung upaya mengatasi masalah kesehatan dan harus memperoleh dukungan dari pemerintah kalurahan dan pemuka masyarakat dalam pelaksanaan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
“Selanjutnya dari hasil SMD Puskesmas tersebut kemudian akan menjadi dasar untuk menyusun pemecahan masalah yang dihadapi,” imbuh Yulin.
Yulin mengatakan, manfaat lebih lanjut dari SMD ini adalah agar masyarakat sadar akan adanya masalah, bisa mengetahui besarnya masalah, dapat menggali sumber daya yang ada/ dimiliki Kalurahan untuk menjadi dasar dalam menyusun pemecahan masalah.
Diantara beberapa langkah SMD tersebut ditahap awal adalah persiapan SMD dengan cara menyusun daftar pertanyaan,menyusun lembar observasi,menentukan kriteria responden termasuk cakupan wilayah dan jumlah KK, selanjutnya adalah pelaksanaan SMD dengan melakukan interview atau wawancara terhadap responden dan melakukan pengamatan terhadap rumah dan lingkungan.
“Dan yang terakhir adalah tindak lanjut SMD dimana pengolahan data sudah dilaksanakan dan disepakati sehingga masalah kesehatan yang ada dicarikan atau dibuatkan jalan keluar bersama, melalui musyawarah masyarakat bersama dengan pemerintah setempat untuk dibuat skala prioritas dan dicari solusi pemecahan masalah tersebut,” pungkas Yulin
Plh Kamituwa Margorejo, menyampaikan bahwa Survey Mawas Diri ini akan dilanjutkan ke Musyawarah Kalurahan.”Masih melanjutkan program Indonesia Sehat dengan melibatkan keluarga. Karena kalurahan yang sehat diawali dengan lingkungan rumah bersih dan sehat,” demikian jelas Ariyanto Wibowo. (sbd_kimtempel)


