Desa Wisata Tanjung Gunakan Energi Ramah Lingkungan

Desa wisata Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman mendapat kunjungan  85 mahasiswa penerima beasiswa program dari Pertamina Foundation pada Kamis (24/10/2024).

Mahasiswa yang berasal dari 11 perguruan tinggi se-Indonesia melakukan visit tour di dusun Tanjung Banteran Donoharjo Ngaglik yang ditunjuk oleh Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang mengadopsi energi terbarukan, berkelanjutan dan terjangkau .

Saptono Budi Samodra, Ketua Pengelola Desa wisata Tanjung mengatakan DEB merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina untuk pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Program program DEB dilakukan pada pemanfaatan energi bersih sesuai dengan potensi desa setempat sehingga berdampak pada ketahanan dan kemandirian energy,” ujar Saptono.

“Seperti halnya di Padukuhan Tanjung Banteran Donoharjo yang mendapatkan panel Surya , selain itu di padukuhan ini mempunyai potensi kandang kelompok dengan puluhan sapi milik warga , dimana kotoran ternak dimanfaatkan untuk biogas,” tambah pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Teknik Geologi UGM.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung kegiatan jelajah PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) Fixed Dome biogas, dua bentuk sumber energi baru terbarukan.

“Wujud dari upaya tersebut adalah pemasangan listrik tenaga surya (PLTS ) dan Fixed Dome  biogas  yang dilakukan pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.” ungkap Saptono Budi Samudra.

Pemasangan instalasi listrik tenaga surya PLTS dilakukan di joglo Tanjung, bangunan yang telah berdiri sejak 200 tahun  lalu dan menjadi cagar budaya sekaligus ikon desa wisata Tanjung yang kini dijadikan jantung atau pusat kegiatan masyarakat.

“Pemasangan solar panel sebagai sumber energi atau pembangkit listrik tenaga surya ini kemudian dimanfaatkan untuk menyalakan lampu dan pompa air sumur di omah joglo. Lebih hemat dan ramah lingkungan,” lanjut Saptono.

Selain PLTS, dibangun juga Fixed Dome biogas yang dipilih karena banyaknya jumlah ternak sapi  milik warga yang berpotensi dilakukan pengolahan kembali kotoran ternak yang dihasilkan agar lebih bermanfaat.

“Dari Fixed Dome biogas  dihasilkan gas yang dialirkan ke rumah warga dan bisa dimanfaatkan untuk  keperluan memasak setiap hari. Lebih hemat karena tidak perlu membeli gas Elpiji. Selain itu dari sisa kotoran sapi hasil proses biogas dihasilkan kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan lahan pertanian dan sebagian dijual jika kebutuhan untuk lahan sendiri sudah mencukupi,” terangnya.

Dari kunjungan tersebut  mahasiswa mengaku puas dengan penyambutan di desa wisata Tanjung, selain disambut dengan meriah oleh tarian dan  kesenian rakyat, gamelan, gejog lesung,   juga disuguhi sajian kuliner tradisional   termasuk  menu angkringan dan mini workshop membatik. Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di bantaran kali Ngedam  oleh jajaran  direksi Pertamina Foundation, DEB UGM dan ketua pengelola desa wisata Tanjung. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: