Sleman – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Makaryo” Argomulyo Cangkringan Sleman yang berjumlah 41 peserta melakukan kunjungan study tiru ke Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, KabupatenWonosobo, untuk mempelajari teknik budidaya beserta pengolahan kopi yang telah berkembang pesat di desa tersebut. Rombongan Gapoktan “Makaryo” disambut oleh Kepala Desa Kapencar, Hardi Wibowo beserta Pengurus Kelompok Tani Sumber Makmur dan Camat Kertek Misro, dalam acara yang berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2024.
Study tiru ini bertujuan untuk memperkaya wawasan Gapoktan “Makaryo” dalam mengembangkan budidaya pertanian khususnya kopi yang di Desa Kapencar telah menjadi komoditas unggulan dengan kualitas yang diakui.
Dalam sambutannya, Hardi Wibowo menyampaikan bahwa Desa Kapencar berada di ketinggian 1500 MDPL yang terdiri dari 2 Dusun, 70 RT, 9 RW dan oleh Presiden RI Joko Widodo Desa Kapencar dikukuhkan menjadi Desa Pancasila karena adanya Pemeluk agama yang beraganm dan mempunyai tempat ibadah beragam yang berdampingan .
“Saya berharap agar kunjungan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi Gapoktan “Makaryo” untuk meningkatkan produktivitas kopi dan berharap ilmu yang diperoleh dari kunjungan ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di Argomulyo,” ujar Hardi Wibowo.
Camat Kertek Misro, juga menambahkan bahwa Desa Kapencar merupakan salah satu desa yang sukses dalam budidaya dan pengelolaan kopi arabika.
“Keberhasilan ini berkat kerja keras para petani yang tergabung di Poktan Sumber Makmur serta dukungan dari pemerintah daerah untuk mempromosikan kopi arabika agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Misro.
Dalam kunjungan tersebut, anggota Gapoktan “Makaryo” Argomulyo, mendapatkan pemaparan mengenai kolaborasi peternakan dengan pertanian serta teknik penanaman, pemeliharaan, hingga proses pascapanen yang berkualitas.
Acara kunjungan di akhiri dengan pemberian cinderamata berupa bibit kopi arabika dan foto bersama yang di lanjutkan dengan kunjungan ke lapangan. (KIM “Wara Aji” Cangkringan/Mujiyanta)


