Sleman – Sesuai arahan Lurah Lumbungrejo, pembangunan padukuhan yang menggunakan dana desa bisa dilakukan dengan gotong-royong sebagai pelestarian budaya dan juga meningkatkan rasa kebersamaan antar warga. Hal ini dilakukan Taufik Nur Arifudin selaku Dukuh Lodoyong, Lumbungrejo, Tempel dalam menggerakkan warga RT 01 dan 02 Lodoyong dalam pembangunan drainase di wilayah RT 01 dan RT 02 Lodoyong pada hari Minggu, 10 November 2024 jam 08.00.
Sebanyak enam puluh warga bergotong-royong memulai pengerjakan drainase yang dialokasikan dari dana desa tahun 2024.
Taufiq Nur Arifudin mengatakan bahwa kegiatan gotong-royong ini merupakan bentuk kekompakan dan kebersamaan warga dalam melakukan pembangunan di Padukuhan Lodoyong. Warga RT 01 dan 02 berkumpul untuk bahu membahu membangun drainase sesuai dengan rencana pembangunan prioritas yang dulu sudah ditetapkan saat musyawarah rencana pembangunan jangka menengah
“Sesuai dengan arahan Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo kami mengadakan gotong-royong dalam melakukan pembangunan drainase. Pembangunan ini menggunakan dana desa yang digelontorkan berupa material dan bahan bangunan senilai 15.000.000,- dipotong pajak,” tutur Taufik
“Dengan adanya gotong-royong ini tentunya juga menghemat anggaran upah tukang, jika dilakukan gotong-royong warga masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab atas apa yang mereka bangun sehingga pemeliharaan kedepannya bisa dilaksanakan dengan baik,” tambah Taufik. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo Tempel)


