Sleman – Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan teknologi informasi (TI) saat ini berkembang pesat, untuk itu semua PNS harus menguasai TI. Menurut Sunartono pegawai Sleman setidaknya harus bisa mengoperasionalkan atau menggunakan TI.
“Mau tidak mau, suka tidak suka kita bakal dilanda TI. Yang dulu kerja terpisah sekarang dengan TI bisa terintegrasi,” kata Sunartono dalam Sosialisasi Aplikasi Tata Naskan Dinas Elektronik dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Mendukung Tata Laksana Kerja Pemerintah Daerah, Kamis (21/5).
Penguasaan TI ini menurut Sunartono menjadi tanggungjawab bersama apalagi Sleman sudah mendapatkan penghargaan Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015. Penghargaan yang diterima tersebut menurutnya menjadi tantangan Pemkab Sleman untuk bersungguh-sungguh mengelola TI. Sunartono juga menghimbau instansi-instansi di Sleman yang sudah memiliki sub domain untuk mengupdate materi yang ada.
Tantangan ke depan yang dihadapi Sleman adalah mempersiapkan sarana prasarana dan sumber daya manusia. Untuk itu perlu menyusun grand desain yang dilegalkan sehingga meskipun nantinya ada pergantian pejabat namun tujuan yang akan dicapai dalam jangka panjang tetap bisa berjalan sesuai apa yang direncanakan.
Sementara Bambang Dwi Anggono dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan tentang pentingnya TIK dalam proses reformasi birokrasi. Menurutnya reformasi birokrasi akan menjadi cepat dengan adanya TIK. Dengan TIK pola kerja yang konvensional akan berubah setelah memanfaatkan teknologi sehingga dapat merubah budaya birokrasi.
Bambang Dwi Anggono mengatakan reformasi birokrasi bisa dimulai dengan langkah terkecil yaitu mengurangi penggunaan kertas dengan memanfaatkan aplikasi tata naskah dinas elektronik.


