Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Gelar Sekolah Lapang Budidaya Ayam Joper di Tempel

Sleman – Dalam rangka meningkatkan sikap dan keterampilan sumber daya kelompok ayam joper Sido Makmur Sedogan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menggelar sekolah lapang budidaya ayam joper selama tiga hari, mulai 18 November sampai dengan 20 November 2024, di Taman Merdiko, Merdikorejo, Kapanewon Tempel.

Acara itu dihadir oleh anggota DPRD Provinsi DIY, Haris Sugiharta, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, Ketua Tim Bina Produksi Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Sri Haryantini, Panewu Anom Tempel, Dyah Purwanti, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim, Dukuh Sedogan, Aisyah dan seluruh anggota kelompok Sido Makmur Joper Sedogan.

Ketua Tim Bina Produksi Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Sri Haryantini menyampaikan kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Ayam Jawa Super terlaksana dengan menggunakan ABT tahun 2024. Kegiatan tersebut merupakan pokok pikiran salah satu anggota DPRD Provinsi DIY, yakni Haris Sugiarta saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD Sleman.

“Dalam kesempatan ini kami sampaikan, bahwa Padukuhan Sedogan sudah mendapat sekolah lapang ini sebanyak tiga kali, ditahun 2021, 2022, dan tahun ini. Dulu dari populasi yang hanya 200 ekor sekarang menjadi 10.000 ekor. Sebetulnya ini sudah proses kami ajukan sebagai kelompok unggulan, dan kegiatan ini menjadi sekolah lapang terakhir bagi kegiatan budidaya joper di tahun 2024,” kata Sri, Senin (18/11/2024).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produksi dan populasi ternak, manfaat yang nantinya bisa dirasakan yakni untuk kesejahteraan peternak ayam joper. Melalui sekolah lapang ini kami memberikan beberpa fasilitas, doc sebanyak 800 ekor, pakan 37 sak , vitamin, vaksin, sarana prasarana makan dan minum ayam, dan masih banyak lagi peralatan kandang,” imbuhnya.  

Sementara, Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al-Hakim pada kesempatan yang sama menyampaikan selamat dan berpesan agar masyarakat Sedogan bisa mempertahankan kelompok ayam Jawa super (Joper) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap nantinya Sedogan bisa menjadi sentral ayam joper, jadi menjadi ciri khas padukuhan dengan budidaya ayam jawa supernya, dan tentunya dapat menambah perekonomian masyarakatnya,” tutur Misbah.  

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan mengungkapkan pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemangku kepentingan. Wahyudi mengatakan, dengan komunikasi maka seluruh pihak terkait dapat melakukan perencanaan dan pembangunan fisik maupun non fisik secara lancar.

“Tentu saja kami turut senang, masyarakat Sedogan bisa mengembangkan pembesaran ayam joper. Tentunya ini bisa dimanfaatkan dan terintegrasi, tidak hanya ayam nya saja, akan tetapi dari kotorannya bisa dijadikan pupuk. Apa yang bisa dimanfaatkan bisa diolah sehingga bernilai ekonomi,” tuturnya.

“Kedepan jika Bapak/Ibu menginginkan program terkait pembangunan fisik maupun peningkatan kapasitas kelompok, bisa berkomunikasi dengan kami sebagai wakil Bapak/Ibu semua di DPRD Sleman,” ungkap Wahyudi. (Ais-KIM Ceria Lumbungrejo-Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: