Sebuah kegiatan bakti sosial pengobatan Thibbun Nabawi sukses digelar di Serambi Masjid Al Mujahidin, Dusun Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping pada Minggu (24/11/2024). Acara ini menghadirkan berbagai metode pengobatan tradisional dan Islami seperti bekam, pijat refleksi, akupuntur, bioelektrik, SEFT phobia, serta ruqyah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Arif Mansyur selaku Ketua Tim Sahabat Thibbun Nabawi Yogyakarta.
Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat sekitar yang antusias untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang ditawarkan. Selain memberikan pelayanan kesehatan, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan metode pengobatan Islami kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan Dusun Cokrowijayan.
Dalam sambutannya, Ustadz Arif Mansyur menjelaskan pentingnya kembali ke metode pengobatan Islami sebagai bentuk ikhtiar yang sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW.
“Pengobatan seperti bekam dan ruqyah adalah warisan sunnah yang telah terbukti memberikan manfaat baik secara fisik maupun spiritual,” tuturnya.
Proses pengobatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk menentukan terapi yang sesuai dengan keluhan peserta. Para terapis berpengalaman dari Tim Sahabat Thibbun Nabawi melayani berbagai kebutuhan kesehatan peserta, mulai dari terapi bioelektrik untuk mengatasi nyeri otot hingga SEFT phobia yang membantu menangani trauma psikologis.
Ustadz Arif menambahkan, terapi akupuntur dengan simulator listrik dapat dimanfaatkan untuk terapi bagi peserta yang menderita sakit stroke, sinusitis, jantung, dan lambung sehingga menjadikan syaraf dalam tubuh aktif kembali karena peredaran darahnya kembali normal.
“Bagi orang yang ditubuhnya ada platina, ring jantung, dan alat kontrasepsi berbahan logam tidak diperkenankan melakukan terapi menggunakan akupuntur dengan simulator listrik lantaran kekuatan listriknya sangat besar,” imbuh Ustadz Arif.
Salah satu peserta, Haris Ari Wibowo mengaku merasa lebih bugar setelah menjalani terapi akupuntur dengan simulator yang dialiri listrik untuk mengaktifkan syaraf-syaraf yang kurang berfungsi dan dapat mengakibatkan sakit.
“Ini pertama kali saya mencoba akupuntur dengan simulator listrik, rasanya lega dan tubuh terasa ringan. Terima kasih kepada panitia yang telah mengadakan acara bermanfaat ini,” ungkapnya dengan wajah ceria.
Lebih lanjut, Ustadz Arif memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ia juga mengajak peserta untuk menjaga pola hidup sehat yang sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Dengan berakhirnya kegiatan, masyarakat berharap agenda serupa dapat diadakan kembali di masa mendatang mengingat banyaknya manfaat yang dirasakan. Bakti sosial ini menjadi bukti nyata bahwa metode pengobatan Islami tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat moderen.
Sambil berpamitan, Ustadz Arif mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat kepada umat karena Thibbun Nabawi bukan hanya pengobatan, tetapi juga salah satu bentuk dakwah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


