Sleman – Dalam kerangka meningkatkan kerja Bumkal dan Bumkalma lkd di Kabupaten Sleman, perlu dilakukan kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma se-Kabupaten Sleman. Dalam rapat yang dilaksanakan di Puri Mataram pada Selasa (2/12/2024) dihasilkan kesepakatan terkait kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma lkd.
Kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk penggalian potensi dan meningkatkan peran serta profesionalitas Bumkal dan Bumkalma lkd. Selain itu juga terkait dengan permasalahan Bumkal khususnya.
Pada kesempatan ini hadir perwakilan dari Asosiasi Bumkalma lkd Sleman, perwakilan Forum Bumkal Sleman, dan TAPM Kabupaten Sleman. Selain itu juga hadir perwakilan dari BBPPM Yigyakarta dan perwakilan dari Dinas PMK Sleman.
Pada rapat kali ini disepakati sebagai koordinator Agus Kholiq dan wakil Abdul Hamid Kurniawan. Sekretaris Yoni Afrizal Rahman dan Cahyo.
Dalam prakatanya Agus Kholiq menyampaikan terkait tujuan kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma lkd.
“Terciptanya kolaborasi antara Bumkal dan Bumkalma dapat membantu Bumkal yang ada di Sleman bisa naik kelas. Kalau Bumkalma lkd saya yakin sudah maju dan mandiri secara tata kelolanya. Yang menjadi PR kita adalah Bumkal yang sudah terbentuk baik yang sudah berjalan maupun belum berjalan dengan berbagai masalahnya. Nah inilah yang perlu dilakukan pendampingan agar bisa berjalan dan naik kelas,” ungkapnya.
“Target pertama dari kolaborasi ini adalah melakukan pemetaan terkait dengan keberadaan Bumkal. Hal ini tujuannya untuk mempermudah apa yang akan dilakukan dan tindaklanjutnya. Pemetaan ini akan dibantu oleh Pendamping Desa dalam mengumpulkan data sebagai data primer. Data ini secara bersama-sama akan dianalisa untuk tindak lanjut berikutnya,” pungkasnya. (Yoko Erwe/KIM Mlati)


