FKDM Sleman Gelar Rapat Kerja Bahas Antisipasi Potensi Konflik Sosial

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman menggelar rapat kerja dengan tema ‘Meningkatkan Peran FKDM dalam Antisipasi Kerawanan Potensi Konflik Sosial di wilayah Kabupaten Sleman’ yang berlangsung di Joglo Pagelaran Puri Mataram, Tridadi, Sleman, pada Rabu (4/12/2024).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman ini, dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan organisasi perangkat daerah, Jawatan Keamanan, serta anggota FKDM dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman. Rapat kerja tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan strategi pencegahan dini terhadap potensi konflik sosial di masyarakat.

Rapat kerja dibuka secara resmi oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kewaspadaan dini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, anggota FKDM harus selalu sigap dan responsif karena memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengidentifikasi dan meredam potensi konflik di masyarakat.

Rapat kerja ini diisi dengan pemaparan materi dari berbagai narasumber, termasuk Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten Sleman, H. Sarijan yang menekankan perlunya sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya kinerja FKDM.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan sangat krusial untuk menciptakan suasana kondusif,” terang Sarijan.

Dalam diskusi panel yang dipandu oleh anggota FKDM Kabupaten Sleman, Ignas Suryadi dibahas beberapa isu strategis, seperti penanganan hoaks, pencegahan provokasi berbasis media sosial, serta penguatan nilai-nilai toleransi di masyarakat multikultur. Para peserta aktif menyampaikan pandangan mereka terkait tantangan yang dihadapi FKDM di lapangan.

Salah satu pemateri, Widodo Triputro, yang merupakan Lektor Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD Yogyakarta, mengupas pentingnya peningkatan sinergitas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan keamanan daerah.

Mengacu pada visi Kabupaten Sleman, yakni terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong, perlu didukung dengan pengimplementasian beberapa misi untuk mencapainya. Adapun misi Kabupaten Sleman di antaranya ialah membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi beragam ancaman dan bencana,

“Visi tersebut dapat terwujud jika kondisi wilayah dalam keadaan aman dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang berasal dari alam, manusia, bahkan dari luar negeri,” ungkap Widodo.

Ia pun menjelaskan perihal perubahan sosial masyarakat menjadi masyarakat yang prismatik yang sangat rentan terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan karena sifat transisionalnya yang menciptakan ketidakstabilan sosial, budaya, dan struktural.

Pada masyarakat prismatik, literasi modern seperti literasi digital, politik, dan informasi sering kali belum merata. Hal ini membuat masyarakat lebih mudah termanipulasi oleh berita palsu, propaganda, atau ancaman lainnya.

“Pencegahan dan kewaspadaan sangat sulit dilakukan jika masyarakat sendiri tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami masalah bersama,” jelas Widodo.

Acara yang berlangsung selama sehari itu menghasilkan sejumlah rekomendasi. Di mana, sinergitas bersama sangat diperlukan, termasuk pelibatan FKDM dan masyarakat dalam meminimalisasi dampak perubahan sosial yang cepat.

Untuk itu, FKDM Sleman diharapan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sebab kewaspadaan dini merupakan kunci utama untuk mencegah konflik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: