Melihat Tradisi Gerebeg Mina di Argomulyo

Cangkringan – Untuk keduakalinya Kalurahan Mandiri Budaya Argomulyo, Kapanewon Cangkringan menyelenggarakan upacara adat Garebeg Mina. Prosesi Upacara Adat itu diawali dengan kirab bregada Tambak Kali Argomulyo mengawal replika ikan gurameh bersisik, dibelakangnya barisan istri Dukuh yang membawa nampan berisikan aneka jenis olahan ikan unggulan masing-masing padukuhan, selanjutnya pengalungan untaian bunga oleh Lurah beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan, berikut penyiraman kepala ikan dengan air suci. Perhelatan adat dan tradisi dilangsungkan Sabtu (7/12/2024) di Komplek Pasar Ikan Terpadu Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

Lurah Kalurahan Budaya Argomulyo, Danang Hendri Biantoro dalam sambutanya mengatakan, penyelenggaraan upacara adat Garebeg Mina sudah dimulai tahu 2023.

“Dengan demikian tahun 2024 adalah untuk yang kedua kalinya,” ujarnya.

Garebeg Mina diselenggarakan di Komplek Pasar Ikan Terpadu bertujuan untuk memotivasi dan meningkatkan gairah masyarakat dalam pengembangan dan pemajuan usaha melalui potensi jenis olahan ikan unggulan  dari masing-masing padukuhan serta potensi budaya dan pariwisata.

Lebih lanjut dikatakan, Tradisi Garebeg Mina diselenggarakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian. Dimulai tanggal 5 Desember 2024 dengan agenda Kenduri dan Umbul Donga, Lomba Mancing Ikan Nila antar padukuhan, Memancing ikan Wader di sungai, parit dan sawah antar padukuhan.

“Yang lebih unik lagi dihari pertama itu juga diadakan Memet (mencari dan menangkap ikan dengan tangan) ikan lele antar padukuhan yang pesertanya khusus ibu-ibu,” jelas Danang.

Sedang hari kedua tanggal 6/12/2024 dengan agenda Lomba Mewarnai bagi Anak PAUD dan TK serta Pentas Seni bagi anak-anak TK yang ada diwilayah Kalurahan Argomulyo dengan peserta kurang lebih 350 anak. Sedang sebagai puncaknya 7/12/2024 dengan agenda prosesi kirab, pengalungan untaian

Sementara itu Koordinator Tim Monev Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan DIY Joko Saptono dalam sambutanya memberikan apresiasi dan dukungan perhelatan Garebeg Mina. Sebagai Kalurahan Budaya dengan status Maju sekaligus menjadi Kalurahan Mandiri Budaya, upaya pemajuan dan pengembangan potensi Desa Budaya, Desa Prima, Desa Prener dan Desa Wisata harus berjalan seiring dengan sebesar besarnya melibatkan masyarakat.

“Gotong royong antara pemerintah kalurahan bersama lembaga-lembaha dan masyarakat merupan kunci keberhasilan,” ujar Joko.

Walau demikian harus tetap diingat, lanjut Joko Saptono, bahwa disamping pengembangan dan pemberdayaan juga harus ada pelestarian nilai dan potensi lokal sebagai ciri khas kedaerahan. Pihaknya meminta agar tradisi gotong royong tadi tetap dijaga agar kegiatan Desa Mandiri Budaya dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Tri Joko S – KIM Kalasan)

image_pdfimage_print
Bagikan: