Seyegan – PMI Kapanewon Seyegan menyelenggarakan sosialisasi Ladamanis Rabu (11/12/2024) di Aula Kapanewon Seyegan. Sosialisasi diikuti perwakilan relawan, utusan sekolah tingkat SMA/SMK, Perwakilan Kalurahan dan Pendamping PKH dengan narasumber dari PMI Kabupaten Sleman.
Ketua PMI Kapanewon Seyegan Beny Sijendro menuturkan, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada kelompok perantara terkait dengan program Ladamanis yang ada di PMI Kabupaten Sleman. Harapan selanjutnya para peserta dapat turut mensosialisasikan lebih luas kepada masyarakat.
“Mungkin saat ini masyarakat masih ada yang mengetahui tentang program pelayanan darah bagi masyarakat Kabupaten Sleman gratis, nah giliran para peserta sosialisasi nantinya diharapkan turut aktif membantu sosialisasi secara bertahan,” pinta Beny.
Sementara itu Panewu Seyegan Samino dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada PMI Kapanewon Seyegan yang telah aktif dan hadir dalam setiap kegiatan, baik level Kapanewon maupun Desa.
“Terkait dengan program Ladamanis, pemerintah Kapanewon dan jajarannya berkomitmen mendorong setiap upaya peningkatan perolehan darah setiap penyelenggaraan donor darah di Seyegan agar ketersediaan/stok darah PMI Kabupaten Sleman tidak menipis atau bahkan mengalami kekurangan,” ungkap Samino.
Lebih lanjut Panewu Seyegan menuturkan, berdasarkan pemantauan dan catatan, setiap penyelenggaraan donor darah hasilnya masih berkisar 30 – 40 kantong darah, artinya baru berkisar 0,1 % dari jumlah penduduk berdasarkan DPT sekitar 40.000 orang. Perolehan itu dirasa masih kecil dan perlu diupayakan peningkatannya.
“Kita perlu mencari akar broblematikanya serta merumuskan solusinya. Setidaknya ada perkiraan, apakah kesadaran masyarakat masih rendah, apakan pengetahuan masyarakat tentang manfaat donor darah masih rendah, atau darah,” ungkap Samino.
“Kalau itu yang terjadi maka harus dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan lembaga. Sosialisasi dan edukasi dimaksud menyangkut materi Manfaat Donor darah bagi pendonor dan pasien, persyaratan donor darah maupun program Ladamanis itu sendiri. Untuk itu semua perlu ada pembekalan secara khusus bagi kita,” pungkasnya.
Peserta mendapatkan materi sosialisasi tentang Ladamanis dari Pengurus PMI Kabupaten Sleman Tri Joko S.
Disampaikan bahwa program Ladamanis merupakan program hasil gotong royong antara Pemerintah Daerah, PMI dan Masyarakat. Pemerintah Daerah mencukupi Beaya produksi pengolahan darah, PMI sebagai pelaksana teknis perolehan darah, proses produksi dan distribusi kepada pasien penduduk Sleman yang membutuhkan.
“Sedang masyarakat sebagai relawan pendonor dan penyuplay ketersediaan,” tukasnya.
Program Ladamanis dimulai tahun 2019. Ladamanis diperuntukkan bagi pasien penduduk Sleman yang memerlukan transfusi. Masyarakat Sleman tanpa memandang status sosial dan jenis kelamin dapat mengakses melalui Rumah Sakit yang merawat dengan persyaratan foto copy kartu identitas yang sah dan masih berlaku (KTP/KK)
Terkait penyelenggaraan donor darah, Tri Joko menuturkan bahwa selain penyelenggaraan yang dilaksanakan oleh PMI Kapanewon, kelompok masyarakat dapat menyelenggarakan secara mandiri baik dilaksanakan di komplek masjid atas inisiatif Pengurus Takmir, Di Komplek Gerja bahkan ditingkat padukuhan atas prakarsa pemuda/Karang Taruna.
“Yang terpenting perencanaan dikomunikasikan dengan PMI Kapanewon maupun PMI Kabupaten. Waktu permohonan tidak mendadak dan sudah ada daftar calon peserta 30 orang. Lebih banyak lebih baik, dan tidak ada pungutan Beaya alias gratis,” pungkas Tri Joko. (Tri Joko S – KIM Kalasan)


