Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2014 mencapai Rp 87 miliar lebih, meningkat dari tahun 2013 yang hanya mencapai Rp 68 miliar. “PAD dari sektor pariwisata tersebut memberi kontribusi 15,21% terhadap perolehan total PAD Sleman,” kata Sri Purnomo di Sleman, Selasa (26/5).
Menurut Sri Purnomo, bidang pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, Pemkab Sleman senantiasa berupaya untuk mengembangkan potensi kepariwisataan yang ada di wilayah Sleman yaitu wisata pendidikan, wisata agro, wisata atraksi dan wisata sejarah.
“Saat ini promosi wisata tidak lagi diorientasikan pada aktivitas pameran produk wisata, tetapi lebih disinergikan sebagai bagian dari promosi produk ekonomi kreatif berupa kerajinan,” tambah Sri Purnomo.
Lebih lanjut lanjut disampaikan bahwa kebijakan pengembangan desa wisata yang dilakukan Pemkab Sleman adalah memberdayakan masyarakat untuk dapat mengelola desanya, sehingga mampu menjadi daya tarik wisata. Selain itu melalui pengembangan desa wisata, masyarakat setempat dimotivasi untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya. Dengan demikian langkah pengembangan desa wisata selain untuk menambah obyek wisata juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
Semakin banyaknya wisatawan yang menggemari wisata lingkungan atau kembali ke alam, mengakibatkan trend desa wisata semakin bertambah jumlahnya. Pada saat ini di Kabupaten Sleman telah memiliki 30 desa wisata yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat sekitar. Pada tahun 2010 setelah erupsi Merapi jumlah wisatawan menurun sebesar 9,4% dari tahun 2009, menjadi 3.226.976 wisatawan.
“Berbagai upaya telah kami dilakukan untuk kembali menata kawasan wisata maupun obyek wisata yang terkena dampak erupsi Merapi. Berbagai event pariwisata juga kami adakan untuk menarik para wisatawan datang kembali ke Sleman. Bahkan kawasan Cangkringan, sebagai kawasan terdampak langsung erupsi Merapi telah menjadi kawasan lava tour yang sangat menarik dan menjadi obyek wisata favorit di Jogja,” tambah Sri Purnomo.
Berkat kerja keras dan kebersamaan baik pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat, saat ini, kepariwisataan di Sleman, dapat dikatakan telah pulih kembali. Hal ini terlihat dengan meningkatnya jumlah wisatawan di tahun 2013 menjadi 3.617.577 wisatawan, dan di tahun 2014 menjadi 4.132.933 wisatawan, yang terdiri dari 3.820.575 wisatawan nusantara dan 317.358 wisatawan mancanegara.***


