Sleman – Sebanyak 20 pemuda warga Dusun Sanggrahan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman mengikuti pelatihan sablon Direct to Film (DTF) yang diselenggarakan oleh pemerintah Kalurahan Banyuraden. Pelatihan yang berlangsung pada Selasa (17/12/2024) ini merupakan program pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal yang didanai oleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2024 dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada para pemuda agar mampu menciptakan peluang usaha mandiri di bidang percetakan sablon. Sablon DTF dipilih karena teknologi ini semakin diminati dalam industri kreatif, mengingat prosesnya yang mudah dan hasil yang tahan lama.
Acara ini dibuka langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterampilan praktis sebagai bekal pemuda untuk menghadapi tantangan ekonomi. Pihaknya berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk menjadi wirausahawan muda yang mandiri dan kreatif.
Ia pun berharap pelatihan ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lain untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri, karena pemberdayaan pemuda seperti ini merupakan langkah strategis dalam memajukan perekonomian lokal secara keseluruhan.
“Semangat kebersamaan sangat diperlukan untuk membangun jaringan usaha yang kuat. Dengan bekerja sama, kita bisa menghasilkan dampak yang lebih besar untuk masyarakat Sanggrahan,” imbuh Sudarisman.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Gustan Ganda turut hadir memantau jalannya kegiatan. Dalam kunjungannya, Gustan mengapresiasi inisiatif pemerintah Kalurahan Banyuraden yang memanfaatkan dana BKK untuk kegiatan produktif dan memberdayakan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa program seperti ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sleman yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Gustan menyoroti pentingnya kesinambungan program pelatihan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, terutama generasi muda. Untuk itu, perlu adanya pendampingan lanjutan bagi para peserta setelah pelatihan selesai. Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti sablon DTF harus diikuti dengan program pengembangan usaha, termasuk dukungan pemasaran, akses permodalan, maupun pengadaan alat.
“Peserta perlu didampingi hingga mampu mempraktikkan ilmunya secara mandiri dalam bentuk usaha yang berkelanjutan,” tegas Gustan.
Lebih lanjut, pelatihan kali ini dipandu oleh instruktur profesional yang memiliki pengalaman di bidang industri percetakan. Para peserta mendapatkan pelatihan intensif mulai dari pengenalan alat dan bahan sablon DTF, teknik mencetak desain, hingga cara merawat peralatan sablon. Selain teori, peserta pun langsung mempraktikkan proses sablon dengan mencetak desain pada kaos.
Di akhir acara, seluruh peserta mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bukti keahlian yang telah mereka pelajari. Pemerintah Kalurahan Banyuraden pun berencana memberikan pendampingan lanjutan bagi para peserta yang ingin memulai usaha sablon DTF.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan masyarakat berharap dapat menciptakan generasi muda yang produktif dan kreatif, serta mendukung pengembangan ekonomi lokal di Dusun Sanggrahan. Program ini diharapkan menjadi model bagi kalurahan lain di Kabupaten Sleman dalam memanfaatkan dana BKK secara optimal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


