Warga Diminta Tidak Resah Tanggapi Isu Beras Plastik

Sleman – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Sleman, Drs Untoro Budiharjo menghimbau warga di Sleman untuk tidak resah dan membesarkan isu beredarnya beras plastik terutama beras raskin (beras untuk keluarga miskin). Sebab untuk membuktikan adanya beras plastik tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Jangan mudah percaya isu yang belum tentu kebenarannya, karena keberada beras plastik harus dibuktikan dengan penelitian,” kata Untoro, Kamis (28/5).

Untoro juga meminta warga tidak mudah mengklaim beras yang dibelinya dari pasar merupakan beras plastik, karena hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini karena dalam menanak beras, banyak faktor yang mempengaruhi, kurang air bisa akibatkan beras “pero” atau agak keras dan lainnya.

“Banyak faktor yang perlu diperhatikan, nanti terlalu lembek diklaim beras palsu, tidak bisa matang dikira beras plastik. Sebaiknya diperhatikan dulu masalahnya apa. Mungkin karena kebanyakan atau kurang air, tegangan listrik kurang saat memasak menggunakan peralatan elektroknik,” tutur Untoro.

Seperti diketahui Rabu (27/5) di Desa Tridadi Kecamatan Sleman telah  disalurkan Beras Raskin dan uji Tanak Beras Bersama Kabulog Regional DIY  Langgeng Wisnu Adinugroho dan hasil uji tanak beras raskin tersebut matang saat ditanak dan dicicipi bersama-sama.

image_pdfimage_print
Bagikan: