Sleman – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY menggelar pendidikan dan latihan (diklat) Jurnalispreneur bagi warga kelurahan Balecatur, Gamping Sleman DIY, di CafeTera View Balecatur Gamping Sleman, Sabtu (25/1/2025)
Ketua PINBAS MUI DIY, Jumarodin, menyampaikan bahwa diklat jurnalispreneur kali ini merupakan diklat angkatan kedua. Di mana, diklat angkatan pertama telah berlansung di Catur harjo, Pandak, Bantul.
Diklat kali ini diikuti oleh diikuti 30 orang peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yakni Sumatra Barat, Surakarta, Sukoharjo, Bantul, Kulonprogo, dan Sleman. Peserta dari Kabupaten Sleman, sebagian besar merupakan warga Balecatur, Gamping, Sleman, yang berasal berbagai kalangan seperti karang taruna, pengelola Desa Wisata, KWT, pengelola masjid, pelaku UMKM, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman, dan masyarakat umum lainnya.
“Diklat ini akan diadakan di berbagai tempat yang berbeda. Adapun tujuan nya agar peserta bisa membagikan informasi potensi kelompok masing masing baik UMKM, potensi desa, atapun hal yang lain,” ungkapcap Juma.
Sementara Lurah Balecatur, Andri Septiyanto dalam sambutan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya diklat jurnalistik yang diselenggarakan PINBAZ untuk warga Balecatur dan sekitarnya. Sebagai lurah, ia memberikan dorongan dan mendukung upaya peningkatan kapasitas masyarakat.
“Semoga dengan pelatihan bisa menyampaikan semua kegiatan yang ada di Balecatur baik UMKM, desa wisata maupun potensi yang lain. Harapannya warga bisa membuat berita sendiri untuk mempromosikan produk dan potensi desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pimpinan Redaksi Jurnalpreneur.id, Agus Susanto yang juga wartawan koran Merapi memberikan bekal langkah dan pengetahuan sebagai dasar menjadi jurnalis. Salah satunya dengan pengetahuan dasar membuat foto standar bagi jurnalis media online.
“Ada beberapa syarat yang harus diketahui bagi jurnalis dalam mengambil foto, di antara foto fokus dan jelas, posisi landscape, juga foto simetri dari depan dan foto utuh satu badan. Foto yang baik akan lebih membantu informasi yang disampaikan,” ujar Agus.
Agus pun menambahkan bahwa dasar penulisan berita pada ketentuannya menggunakan rumus 4 W + 1 H, yang diartikan bebas dalam bahasa Indonesia menjadi ADIKSIMBA. Sebuah metode membuat laporan hasil liputan berita jurnalispreaner. ADIKSIMBA meliputi Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana.
“Sebuah berita yang baik harus memenuhi lengkap kaidah tersebut,” pungkas Agus. (Kusnadi / KIM Berbah)


