Sleman – Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman mengadakan acara Bina Ranting untuk Berkembang (Bintang) di Hotel Ramada Jetis Caturharjo Sleman, pada Rabu (29/1/2029).
Kegiatan yang diikuti oleh 132 ranting, 17 cabang ini merupakan Program Inovasi PDA Sleman sebagai kelanjutan dari Program Bincang (Bina Cabang untuk Berkembang) agar ranting dan cabang dapat berkembang, berkemajuan dan memberi kebermanfaatan yang lebih luas untuk umat dan masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua PDA Sleman, Hani Rosyada dalam sambutannya.
“Kegiatan ini bertujan agar ranting dan cabang dapat berkembang, berkemajuan dan memberi kebermanfaatan yang lebih luas untuk umat dan masyarakat,” katanya.
Ketua Pimpiinan Wilayah Aisyiyah DIY, Widyastuti secara resmi membuka acara tersebut, sekaligus memberikan materi mengenai pengutan kepemimpinan.
“Kepemimpinan Perempuan Aisyiyah harus bergerak dinamis dan berkemajuan. Tidak boleh statis (jumud). Strateginya meliputi beberapa aspek yaitu aspek ideologi, aspek komitmen, aspek wawasan, komunikasi, dan managerial, serta aspek rekrutmen, ” papar ibu Wiwid, sapaan akrab beliau sehari-hari.
Pada sesi II, materi tentang manajemen organisasi dan tata kerja pimpinan disampaikan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, Retno Endah Safitri.
“Tujuan Aisyiyah adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sebuat tugas yang sangat berat. Maka diperlukan manajemen organisasi dan tata kerja pimpinan yang memiliki struktur organisasi yang saling menghubungkan satu sama lain,” ungkapnya.
Selama satu jam, Retno menjelaskan secara lugas dan jelas mengenai manajemen organisasi dan susunan pimpinan Aisyiyah beserta ketugasannya kepada para peserta.
Sedangkan untuk sesi III, IV, dan sesi terakhir, dilaksanakan setelah sholat, istirahat dan makan siang. Di mana, pada sesi III, Bendahara Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, Dwi Putriyanti menyampaikan materi mengenai keuangan organisasi.
“Beberapa kekayaan organisasi menurut Aggaran Rumah Tangga Aisyiyah berasal dari iuran wajib, dana hibah, dana bantuan, infak dan shodaqoh. Sementara kekayaan organisasi berupa surat berharga, AUM, termasuk semua inventaris di AUM, dan benda bergerak di dalam organisasi,” papar Dwi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan mengenai pengelolaan, pengawasan, dan pelaporan keuangan organisasi.
Sedangkan sesi IV diisi dengan praktik baik dari ranting Aisyiyah Unggul PRA Nogotirto, dan sesi terakhir adalah RTL “Menuju Ranting Unggul”. Acara diakhiri dengan membawa harapan baru bagi setiap ranting dan cabang Aisyiyah di Sleman untuk berkembang menjadi ranting dan cabang unggul. (Arief Hartanto / Kim Turi)


