GP Ansor Sleman Gelar Rakor Perdana, Susun Strategi dan Program Kerja 2025-2029

Sleman – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi perdana pasca terpilihnya ketua baru untuk menyusun strategi dan program kerja organisasi periode 2025-2029. Rapat berlangsung di Kantor Sekretariat GP Ansor Kabupaten Sleman, Senin (3/2/2025), dan dihadiri jajaran pengurus harian serta seluruh anggota bidang.

Ketua baru GP Ansor Sleman, H. M. Najib Yuliantoro, menegaskan pentingnya memperkuat soliditas organisasi dan berkomitmen membawa GP Ansor ke arah yang lebih progresif.

“Kita perlu memperkuat kaderisasi, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan peran sosial GP Ansor dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan, optimalisasi peran Ansor dan Banser, penguatan ekonomi berbasis kemandirian organisasi, serta digitalisasi keanggotaan melalui aplikasi Sahabat Indonesia Applications (SIApps). Aplikasi ini akan menjadi alat penghubung antara GP Ansor dengan masyarakat sekaligus layanan digital bagi publik.

Gus Najib juga memperkenalkan tujuh bidang utama dalam kepengurusan baru, yaitu Bisnis dan Ekonomi (Bidang I), Inovasi dan Teknologi Informasi (Bidang II), Organisasi (Bidang III), Kaderisasi, Sumber Daya Manusia, dan Anak Muda (Bidang IV), Hukum dan Advokasi (Bidang V), Pendidikan, Dakwah, dan Pondok Pesantren (Bidang VI), dan Kebanseran, Kesehatan, dan Bela Negara (Bidang VII)

Ia menekankan perlunya perbaikan sistem kaderisasi agar GP Ansor mampu mencetak pemuda yang tidak hanya bersemangat dalam perjuangan, tetapi juga siap berkontribusi di berbagai bidang. Salah satu poin penting yang dibahas adalah pemanfaatan teknologi dalam dakwah dan komunikasi organisasi.

“Di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial dan platform digital menjadi langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak anak muda serta menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat,” tandasnya.

Selain itu, pertemuan ini menyoroti pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta institusi pendidikan. Komunikasi dengan stakeholder di setiap tingkatan harus terus dibangun agar program-program GP Ansor lebih berdampak bagi masyarakat.

Di akhir pertemuan, Gus Najib mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan bersemangat dalam menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan baru lebih responsif terhadap kebutuhan kader di tingkat akar rumput dan menghadirkan inovasi yang lebih relevan bagi pemuda saat ini.

“GP Ansor adalah wadah pengabdian. Mari kita jaga komitmen untuk terus berkhidmat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: