GP Ansor Sleman Gelar Rakor untuk Sempurnakan Kurikulum PKD

Sleman – Pengurus Bidang Pengkaderan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi guna menyempurnakan kurikulum Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Sabtu (15/2/2025). Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Ishlahiyyah, Bakungan, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, bersama Wakil Ketua Bidang Pengkaderan, Walgiyanto.

Dalam rapat tersebut, berbagai masukan dari peserta diakomodasi dan dibahas untuk memastikan kurikulum yang disusun relevan dengan kebutuhan kader Ansor di lapangan. Fokus utama diskusi mencakup metode pengajaran, muatan materi keorganisasian, serta pendekatan dakwah digital bagi kader muda.

Ketua GP Ansor Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, menekankan bahwa PKD merupakan fondasi utama dalam mencetak kader yang berjiwa kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Ia menegaskan bahwa kurikulum yang diperbarui harus membekali peserta dengan wawasan keislaman, kebangsaan, serta keterampilan kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan zaman.

“PKD bukan hanya sekadar pelatihan formal, tetapi juga proses pembentukan karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujar Gus Najib.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu merumuskan kurikulum yang selaras dengan tantangan era digital, sosial, dan politik yang semakin kompleks. Selain itu, aspek metodologi pengajaran juga harus diperhatikan agar pelatihan lebih menarik dan aplikatif.

“Pelatihan ini harus mampu mencetak kader-kader yang tangguh, memiliki semangat perjuangan tinggi, serta siap berkontribusi untuk agama, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah pengurus mengusulkan agar kurikulum PKD lebih banyak mencakup praktik lapangan dan simulasi kepemimpinan. Selain itu, muncul gagasan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan pemanfaatan teknologi informasi agar kader Ansor lebih siap menghadapi dinamika sosial di era digital.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengkaderan GP Ansor Sleman, Walgiyanto, menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi ini akan segera dirumuskan menjadi pedoman resmi bagi para instruktur PKD.

“Semoga dengan adanya kurikulum yang lebih sistematis, kader Ansor di Sleman dapat lebih solid dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Walgiyanto.

Ia optimistis bahwa kurikulum baru yang diterapkan dapat menjadi standar dalam pengembangan kaderisasi Ansor. Dengan demikian, GP Ansor dapat mencetak pemimpin muda yang tidak hanya memiliki kapasitas keorganisasian, tetapi juga mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai keislaman secara konsisten di Kabupaten Sleman.

(Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: