Sleman Terus Tingkatkan Kemampuan Penyuluh P2K

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan kemampuan para penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (P2K) guna mengoptimalkan hasil produksi dan pemasarannya.

“Penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan (P2K) merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di daerah kita,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno, Senin (8/6).

Menurut Widi dalam upaya pemberdayaan petani serta kelompok tani, seorang penyuluh dituntut untuk dapat meningkatkan produktivitas maupun mutu komoditas secara efisien, berdaya saing dan tangguh.

“Penyuluh juga diharapkan mampu mengarahkan petani dan kelompok petani dalam mengelola jejaring pasar yang dapat menyerap komoditas, maupun produk yang dihasilkan oleh para petani,” kata Widi.

Sektor pertanian lanjutnya merupakan penyumbang PDRB terbesar dari sektor primer di Kabupaten Sleman. Dinas P2K akan melakukan penataan kelembagaan dalam merespon UU nomor 23 tahun 2014.

“Pemerintah akan memfasilitasi kebutuhan penyuluhan dalam mendampingi petani,” katanya.

Widi menambahkan para penyuluh di Sleman itu pada 2015 berjumlah 109 orang dan diprediksi hanya akan tinggal 53 orang karena pensiun pada 2020.

“Untuk itu diperlukan penambahan penyuluh agar tidak terjadi kekosongan dalam pendampingan kepada para petani dan kelompok tani,” katanya.

image_pdfimage_print
Bagikan: