Beberapa dusun di Kalurahan Pakembinangun secara serempak melaksanakan tradisi nyadran pada Minggu, 16 Februari 2025. Tradisi ini diawali di Makam Kampung Balong, Dusun Kertodadi, Pakembinangun. Dukuh Kertodadi, Suharmoko, mengenakan busana Jawa khas gagrak Ngayogyakarta sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
“Ini adalah salah satu tugas dalam menjaga tradisi dan budaya,” ungkap Suharmoko.
Acara dimulai dengan doa bersama untuk arwah leluhur yang dimakamkan di Makam Balong, dilanjutkan dengan tumpengan serta penyerahan stimulan nyadran dari Kalurahan Pakembinangun. Tradisi serupa juga digelar di Makam Kedungbuntung, di mana Dukuh Paraksari, Suharjo, memimpin acara sebagai sesepuh dusun.
Di Dusun Tegalsari-Demen, Pakembinangun, nyadran dilaksanakan di samping Makam Tegalsari, yang terletak di belakang SPBU Tegalsari. Dukuh Muji Raharjo juga tampak mengenakan busana gagrak Jawa.
“Hari ini, Tegalsari melaksanakan nyadran. Minggu depan (23 Februari), kami akan menggelar nyadran di Makam Rukun Waris di Dusun Demen. Insya Allah, bergodo akan kami libatkan dalam acara tersebut,” ujar Muji. Stimulan acara diserahkan oleh Kaur Tata Laksana Kalurahan Pakembinangun, Suharyanto.
Sementara itu, Makam Duwetsari Pakembinangun juga menyelenggarakan acara serupa dengan format yang hampir sama. Stimulan acara diserahkan langsung oleh Carik Kalurahan Pakembinangun, Anton Cahyo Nugroho.
Berbeda dengan dusun lainnya, warga Padukuhan Pakemtegal Pakembinangun melaksanakan tradisi “besik makam” atau pembersihan makam.
“Kami sengaja mengundang para ahli waris untuk turut serta dalam acara besik makam ini sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap makam dusun kami,” jelas Trusta Supriyanto, Dukuh Pakemtegal.
Keseluruhan rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan, dengan dukungan cuaca yang cerah. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)


