Optimalkan Pelayanan Masyarakat, Banyuraden Gelar Bimtek SID

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kapasitas perangkat kalurahan dalam pengelolaan data dan informasi demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) Sistem Informasi Desa (SID). Kegiatan yang berlangsung di Area Taman Sendang Bandung, Sumberagung, Kamis (20/2/2025) tersebut diikuti oleh pamong, operator SID, dan beberapa perwakilan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan data kalurahan.

Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman yang menekankan pentingnya digitalisasi dalam administrasi desa. Ia menyampaikan bahwa platform ini akan membantu desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih akurat berbasis data.

“Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan transparan,” tuturnya.

Sudarisman berharap agar perangkat Kalurahan Banyuraden dan operator Sistem Informasi Desa dapat menguasai sistem ini dengan baik, sehingga pengelolaan data kalurahan bisa lebih akurat, terstruktur, dan mudah diakses. Dengan pemanfaatan sistem yang optimal, diharapkan pelayanan administrasinya menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Y. Purnama Kristiawan mengatakan bahwa data dan informasi mengenai desa atau kalurahan yang akurat dan terbarukan merupakan aspek yang sangat penting dalam perencanaan dan pengukuran capaian kinerja pembangunan kalurahan dan pemberdayaan masyarakat kalurahan.

Menurutnya, desa atau kalurahan berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem informasi desa, sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Adapun materi dalam bimtek ini meliputi pengelolaan data kependudukan, pelayanan administrasi, serta pemanfaatan data untuk perencanaan pembangunan. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi dan manfaat sistem informasi dalam tata kelola pemerintahan desa atau kalurahan.

Selama pelatihan, peserta juga melakukan praktik langsung menggunakan platform SID. Mereka diajarkan bagaimana cara memasukkan data, memperbarui informasi, serta membuat laporan yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Sesi praktik ini menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam tugas sehari-hari.

Selain pelatihan teknis, bimtek ini juga menjadi ajang diskusi antara peserta dan narasumber. Beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi di lapangan turut dibahas, seperti keterbatasan jaringan internet, kurangnya pemahaman teknologi, dan perlunya pembaruan data secara berkala. Solusi dan strategi untuk mengatasi tantangan ini juga dibahas agar penerapan SID di Banyuraden bisa lebih optimal.

Setelah sesi pelatihan selesai, peserta diajak untuk menikmati keindahan alam Sendang Bandung disertai dengan permainan kelompok guna meningkatkan kekompakan dan kerja sama tim dalam membangun kebersamaan di antara perangkat desa dan operator SID.

“Melalui berbagai permainan dan tantangan tim, peserta belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan lebih baik, serta meningkatkan koordinasi dalam menyelesaikan tugas bersama,” terang Hendy Indra Utama selaku carik yang mendampingi Lurah Banyuraden.

Hendy pun berharap adanya bimtek ini, implementasi Sistem Informasi Desa di Banyuraden bisa berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem ini agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Partisipasi aktif dari seluruh perangkat desa dan warga sangat dibutuhkan agar sistem ini benar-benar menjadi alat yang mendukung kemajuan wilayahnya.

“Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga langkah strategis menuju kalurahan yang lebih maju, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: