Moyudan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menggelar pembinaan bagi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Sumbersari guna meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggotanya. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, pada Senin (24/2/2025).
Acara ini dihadiri oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Lurah Sumbersari beserta perangkat kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Satlinmas Sumbersari.
Lurah Sumbersari, Sukadi, mengapresiasi Satpol PP Kabupaten Sleman atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap anggota Satlinmas Sumbersari dapat mengikuti pembinaan dengan baik agar semakin memahami tugas dan fungsinya dalam menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan.
“Semoga pembinaan ini dapat meningkatkan pemahaman Satlinmas mengenai tugas pokok dan fungsinya. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Sukadi.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Shavitri Normala Dewi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dibiayai melalui anggaran PUPM yang diusulkan oleh Pemerintah Kalurahan Sumbersari. Ia mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kesiapan Satlinmas dalam menjalankan tugasnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Shavitri.
Ia juga menegaskan bahwa menjadi anggota Satlinmas merupakan bentuk pengabdian sosial yang memerlukan ketulusan dan keikhlasan.
“Satlinmas bekerja dengan hati yang tulus dan tanpa pamrih. Kami dari Satpol PP Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih atas dedikasi Satlinmas Sumbersari yang telah menjalankan tugasnya dengan baik,” imbuhnya.
Pembinaan Satlinmas Sumbersari menghadirkan dua pemateri utama. Materi pertama disampaikan oleh Ipda Jarot dari Satlantas Polresta Sleman Unit Bimbingan dan Penyuluhan Keamanan dan Keselamatan (Bimkamsel). Dalam paparannya, ia menjelaskan tentang gerakan dasar pengaturan lalu lintas yang terbagi dalam empat kategori, yaitu pemberhentian, pelaksanaan atau perintah jalan, perlambatan, dan percepatan. Setiap gerakan diperagakan langsung agar lebih mudah dipahami oleh peserta.
Materi kedua disampaikan oleh Febriyanto dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Unit Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Sleman. Ia membahas langkah-langkah pertolongan pertama pada kecelakaan, antara lain memeriksa kondisi sekitar sebelum memberikan bantuan, memastikan korban tidak dikerumuni agar tetap mendapat udara yang cukup, memeriksa kondisi korban dan mengecek jalur pernapasan, memberikan kompresi dada sebagai bantuan pernapasan jika diperlukan, dan mengecek kondisi luka, menghentikan pendarahan, serta mengatasi syok pascakecelakaan.
Febriyanto juga menjelaskan jenis-jenis ambulans yang digunakan dalam kondisi darurat, yaitu Ambulans transportasi digunakan untuk memindahkan pasien ke rumah sakit tanpa dilengkapi peralatan medis darurat. Jenis ini berfungsi sebagai alat mobilisasi pasien yang tidak memerlukan tindakan medis selama perjalanan.
Ambulans emergency memiliki fasilitas medis lengkap serta tenaga medis yang bertugas memantau kondisi pasien dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jenis ini sangat penting dalam penanganan gawat darurat karena memungkinkan pasien mendapatkan pertolongan pertama sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Ambulans jenazah dirancang dengan ruang lebih luas dan dilengkapi kursi bagi pendamping jenazah. Fungsinya khusus untuk mengantar jenazah dari satu tempat ke tempat lain dengan tata kelola yang lebih nyaman bagi keluarga yang mendampingi.
Dengan pemahaman mengenai perbedaan fungsi masing-masing ambulans, diharapkan anggota Satlinmas dapat lebih sigap dalam situasi darurat, terutama dalam memberikan pertolongan pertama dan memastikan evakuasi korban berjalan dengan baik.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan Satlinmas Sumbersari semakin siap dalam menjalankan tugasnya, baik dalam menjaga ketertiban masyarakat maupun dalam situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas. (Giek / KIM Moyudan)


