Sleman – Pemerintah Kapanewon Godean menggelar sosialisasi pencegahan penyakit leptospirosis pada Selasa (24/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kapanewon Godean. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Torik, serta dr. Lia dari Puskesmas Godean 1.
Sosialisasi ini digelar sebagai respons terhadap kasus leptospirosis yang baru-baru ini ditemukan di wilayah tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, dua pasien telah dinyatakan positif terinfeksi bakteri Leptospira, penyebab utama penyakit ini.
Pada kesempatan tersebut, dr. Torik mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala leptospirosis, yang meliputi demam tinggi secara tiba-tiba, tubuh terasa lemas, mata memerah, serta sakit kepala hebat. Selain itu, penderita juga dapat mengalami perubahan warna kulit menjadi kekuningan serta nyeri pada betis.
“Jika mengalami gejala-gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat, termasuk pemberian antibiotik dan perawatan sesuai gejala,” ujar Torik.
Sementara itu, dr. Lia menambahkan bahwa untuk mencegah penyebaran leptospirosis, masyarakat dianjurkan menerapkan berbagai langkah pencegahan. Paparan sinar matahari yang cukup dapat membantu membunuh bakteri di lingkungan sekitar. Selain itu, mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi. Tempat penyimpanan air juga harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi oleh kotoran atau urine hewan pembawa bakteri.
“Langkah pencegahan lainnya mencakup vaksinasi pada hewan peliharaan, terutama yang sering berada di luar rumah, guna mengurangi risiko penularan. Pengendalian populasi tikus juga perlu dilakukan dengan memasang jebakan atau menggunakan racun tikus secara aman dan terkontrol,” ungkapnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih waspada serta dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran leptospirosis di lingkungan sekitar. (Jumeni/KIM Godean)


