Sleman – Taman Kanak-Kanak (TK) Ibnul Qoyyim Gandu, Sendangtirto, Berbah, melaksanakan program outing belajar di luar kelas, menjelajah dunia di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standart Instrumen Pertanian (IP2SIP) Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Yogyakarta (BSIPY) Kementrian Pertanian. Padukuhan Banyakan, Sitimulyo, Piyungan, Rabu (26/2/2025).
Dengan menggunakan dua unit kendaraan kereta kelinci, 100 anak TK Ibnul Qoyyim didampingi sembilan guru pengasuh berangkat pukul 07.45 WIB menuju lokasi. Rombongan itu pun tiba di tempat pukul 08.00 WIB, dan diterima oleh mas Heru dan tim.
Kepala Sekolah TK Ibnul Qoyyim, Ryska Erliansyah menyampaikan bahwa kegiatan outing class hari ini merupakan pelaksanaan program kegiatan pembelajaran TK Ibnul Qoyyim. Adapun tujuannya untuk mengenalkan anak dengan lingkungan sekitar tentang peternakan dan pertanian. Di bidang peternakan, peserta didik akan diperkenalkan dengan berbagai jenis binatang yang dapat dipelihara, seperti kambing. Sedangkan untuk pertanian, anak diajarkan bercocok tanam secara sederhana dengan menanam cabai dalam polybag.
“Nantinya hasil nanam cabai bisa dibawa pulang untuk dipelihara dirumah masing-masing,” ucap Ryska.
“Dipilihnya IP2SIP untuk tempat kegiatan outing class TK Ibnul Qoyyim karena jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah. Jadi tidak memerlukan waktu lama, cukup jam 11 perkiraan sudah kembali ke sekolah,” tambahnya.
Menurut Heru selaku narasumber dari IP2SIP, outing class yang dilakukan ini salah satunya mengajarkan siswa mengenal tumbuh-tumbuhan melalui bau yang dikeluarkan.
“Kita kenalkan anak-anak tentang bawang merah, bawah putih, kunyit, lengkuas dan serai,” ucap Heru.
Setiap anak diberikan tumbuh-tumbuhan yang berbau, kemudian masing-masing akan diberikan tanaman yang berbeda-beda. Sebelumnya sudah disiapkan cat yang ramah lingkungan sehingga tidak berbahaya bagi kulit. Dipersiapkan cat warna warni untuk cat telapak tangan.
“Setelah anak melakukan pengenalan tanaman anak-anak melakukan cetak jari dengan cat pada kain yang telah disediakan,” tambah Heru.
Anak juga dibawa melihat kambing, kemudian diajak memberikan makan kambing dengan rumput. Mereka pun diajarkan cara menanam tanaman capai dalam polybag.
” Tanaman bisa dibawa pulang. Kalau sudah sampai di rumah tanaman harus dipelihara dengan baik. Disiram tiap hari dan diberi pupuk,” pesan mas Heru. (Kusnadi / KIM Berbah)


