Sleman – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Salah satu bentuk implementasi Germas yaitu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengambil langkah nyata dengan melakukan sosialisasi dan penggerakan Germas dimasyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang berlangsung di RM. Puri Mataram Sleman, Rabu (26/2/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Siti Nurhayah Isfandiari sebagai narasumber.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa deteksi dini terhadap penyakit dapat membantu mencegah risiko kesehatan yang lebih serius di kemudian hari,” kata Isfandiari.
Program ini tidak hanya menyasar orang dewasa dan lansia, tetapi juga generasi muda. Dengan melibatkan siswa sekolah dan kelompok pemuda, pihaknya berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan bisa ditanamkan sejak dini. Edukasi tentang bahaya penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.
Isfandiari mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan puskesmas setempat dalam pelaksanaan layanan cek kesehatan gratis. Program cek kesehatan gratis terbagi menjadi tiga jenis yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun, bagi pelajar, dan kelompok khusus dengan sasaran bayi (usia 0 – 2 hari), Balita (usia 1 – 6 tahun), remaja (usia 7 – 17 tahun), dewasa (usia 18 – 59 tahun), serta lansia (usia 60 tahun ke atas).
“Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan program pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya meliputi penyakit kardiovaskuler. Namun penyakit lain yang dikelompokan berdasarkan kategori usia. Sebagai contoh, pada balita akan dilakukan pemeriksaan kesehatan yang difokuskan pada deteksi penyakit bawaan lahir, seperti hipotiroid kongenital. Apabila terdeteksi penyakit ini akan ditangani lebih awal, sehingga bisa mencegah risiko retardasi mental pada anak.
Sedangkan pada kelompok usia remaja, skrining kesehatan meliputi pemeriksaan obesitas, diabtes, dan gigi. Skrining ini difokuskan pada masalah kesehatan yang sering kali mulai berkembang dimasa kanak-kanak dan remaja.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan promosi gaya hidup sehat dengan mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi makanan tidak sehat. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami manfaat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Dengan banyaknya warga yang sadar akan pentingnya kesehatan, diharapkan angka kejadian penyakit dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat Sleman menjadi lebih baik.
Melalui sosialisasi dan penggerakan Germas ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sleman semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Pemeriksaan kesehatan gratis bukan hanya sekadar layanan, tetapi juga langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat dalam jangka panjang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)


