Pemkab Dukung Investasi Pengembangan Usaha

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman senantiasa mendukung investasi pengembangan usaha.

“Berbagai program kebijakan yang kami kembangan adalah untuk menciptakan iklim usaha yang terbuka, kondusif dan aman. Berbagai regulasi juga telah kami siapkan untuk mendukung upaya ini seperti pola pengaturan pajak dan restribusi yang berimbang, yang tentunya sangat mendukung dunia usaha,” kata Sri Purnomo di Sleman, Senin (15/6). 

Menurut Sri Purnomo, keunggulan lain adalah karena Sleman juga merupakan tujuan pendidikan maka ketersediaan tenaga kerja dengan skill yang mendukung usaha selalu melebihi daerah lain. Selain itu, infrastruktur pendukung usaha seperti sarana dan prasarana transportasi menjadikan Sleman mudah diakses.

Disampaikan pula bahwa kegiatan perekonomian masyarakat dari tahun 2014 tumbuh cukup baik. Pada tahun 2014 perekonomian daerah tumbuh 5,81%.  Hasil upaya menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian masyarakat, dilihat dari PDRB Kabupaten Sleman atas dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir setiap tahun mengalami peningkatan cukup stabil.

Pada tahun 2014  sebesar Rp 20,46 trilyun. Demikian pula PDRB atas harga konstan rata-rata meningkat 7,11% per tahun yaitu Rp 8,37 trilyun pada tahun 2014. Peningkatan tersebut secara langsung meningkatkan  pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp 16,73 juta pada tahun 2014. Sedangkan PDRB perkapita harga konstan pada tahun 2014 sebesar Rp 6,54 juta.

Apabila dilihat dari kelompok struktur ekonomi, selama periode tahun 2010-2014 semua sektor perekonomian cenderung stabil. Sebagaimana kita ketahui bahwa secara umum sektor perekonomian Kabupaten Sleman didominasi oleh sektor tersier. Sektor tersier meliputi perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa-jasa. Sektor ini tahun 2014 menjadi 58,96%.

Dewasa ini para pengusaha di Kabupaten Sleman lebih banyak yang bergerak untuk mengembangkan usahanya pada sektor-sektor yang kandungan lokal serta mempunyai added values yang tinggi Perusahaan-perusahaan yang mempunyai added value yang tinggi bergerak dalam industri pariwisata, properti, jasa-jasa pendidikan, intermediasi, industri manufacture, kerajinan rakyat dan perumahan.

Sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Sleman antara lain dari sub sektor bangunan, dan sub sektor perdagangan, hotel dan restoran khususnya bidang restoran. Perkembangan sub sektor ini dapat dilihat melalui semakin banyaknya investasi dalam sektor restoran/rumah makan dan pembangunan bangunan gedung serta ditunjang dengan pertumbuhan sub sektor jasa lainnya. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, Kabupaten Sleman membuka diri untuk penanaman investasi. Potensi investasi di Kabupaten Sleman terdiri dari berbagai sektor/bidang.

Potensi investasi di bidang pertanian meliputi komoditas hasil pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan. Bidang pariwisata antara lain meliputi usaha wisata alam, wisata candi, museum, wisata olahraga, wisata pendidikan, wisata budaya, dan wisata agro. Bidang industri meliputi industri pengemasan, industri pengolahan, dan industri pengolahan bahan galian golongan C.

Perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN maupun Non PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi. Jumlah unit usaha PMDN pada tahun 2014 adalah 45 unit. Sedangkan nilai investasi pada tahun 2014 menjadi 1.945 milyar rupiah lebih. Demikian juga penyerapan tenaga kerja PMDN, pada tahun 2014 adalah 9.922 orang.

Jumlah unit usaha non PMA/PMDN meningkat 10,81% dari 30.384 unit pada tahun 2010 menjadi 33.671 unit pada tahun 2014. Nilai investasi meningkat 52,25% dari Rp 2,558 miliar lebih pada tahun 2010 menjadi Rp 3,895 miliar lebih pada tahun 2014. Penyerapan tenaga kerja non PMA/PMDN, meningkat 12,49% dari 238.940 orang pada tahun 2010 menjadi 268.779 orang pada tahun 2014.

image_pdfimage_print
Bagikan: