Jelang Ramadan Ketersediaan Bahan Pokok di Sleman Cukup

Sleman – Menjelang Ramadan untuk ketersediaan bahan pokok, BBM dan elpiji tersedia cukup, karena itu diharapkan masyarakat tidak panik/memborong kebutuhan pokok sehingga harga-harga bahan pokok diharapkan tidak mengalami kenaikan. Demikian disampaikan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman, dr Sunartono MKes kepada wartawan di Pres Room Humas Sleman, Selasa (16/6).

Menurut Sunartono, stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ketersediaan kebutuhan bahan pokok seperti beras hasil produksi Kabupaten Sleman 159.564 ton dan kebutuhan beras sebanyak 36.455 ton (surplus 123.109 ton).

“Daging ayam, telur, cabe dan 9 kebutuhan pokok lain masih tercukupi,” kata Sunartono.

Sedang untuk kebutuhan kedelai Sleman tidak dapat mencukupi karena bukan daerah produsen kedelai, namun masih bisa dicukupi dari daerah lain. Untuk mendukung ketersediaan beras bagi rumah tangga miskin telah dilakukan distribusi raskin sampai bulan Juni sebesar 5.443.650 kg bagi 60.485 Rumah Tangga Miskin (RTS) di 86 desa dengan alokasi 15 kg/RTS.

“Untuk menghadapi Ramadan dan lebaran akan didistribusikan raskin untuk alokasi bulan Juni yang direncanakan tanggal 22 Juni sampai 7 Juli 2015,” tutur Sunartono.

Sementara untuk bahan bakar, rata-rata pengguna elpiji setiap hari sebanyak 33.000 tabung pada bulan Juni telah disiapkan penambahan 8 persen sehingga menjadi 35.000 tabung dan bulan Juli ada tambahan 12 persen sehingga menjadi 36.000 tabung. Ditambahkan Sunartono, kalau selama Ramadan harga-harga kebutuhan pokok naik, Pemerintah Kabupaten Sleman siap melakukan operasi pasar, khususnya gula, minyak, telur, beras dan elpiji.

image_pdfimage_print
Bagikan: