Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Polri, TNI, dan sejumlah instansi terkait bersiap mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1446 Hijriah. Melalui Operasi Ketupat 2025, pengamanan akan difokuskan pada kelancaran lalu lintas, pencegahan kecelakaan, serta keamanan lingkungan selama masa libur Lebaran.
Operasi ini akan berlangsung pada 23 Maret–8 April 2025 di delapan Polda prioritas dan 26 Maret–8 April 2025 di 28 Polda lainnya. Berdasarkan prediksi pemerintah, puncak arus mudik terjadi pada 28–30 Maret, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 5–7 April.
Selain pengamanan lalu lintas, personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait akan disiagakan di titik-titik rawan kepadatan dan daerah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan. Pemantauan dilakukan di jalur utama mudik, pusat keramaian, dan tempat ibadah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan pentingnya kesiapan semua pihak untuk memastikan masyarakat dapat menjalani mudik dan Lebaran dengan aman dan nyaman.
“Di saat masyarakat menikmati libur Lebaran, tim pengamanan tetap bekerja agar perjalanan mudik berjalan lancar dan masyarakat merasa aman,” ujarnya saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2025 di halaman Mapolresta Sleman, Kamis (20/3/2025).
Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga keamanan sosial. Personel akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan tindak kriminalitas selama masa Lebaran.
Dengan persiapan ini, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam perjalanan, mengikuti aturan lalu lintas, serta memanfaatkan layanan yang disediakan jika mengalami kendala selama mudik.


