Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman tahun 2014 ini akan membangun Geoservis Peta Kebencanaan, dan rencananya peta tersebut akan menjadi bagian dari Sistem Informasi Geografis Kebencanaan dan Sistem Informasi Kebencanaan Sleman yang sudah ada.
Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Sekretariat BPBD Sleman, B. Setyo Sriharjono, Senin (24/3), mengatakan bahwa pengembangan Sistem Informasi Geografis Kebencanaan ini menggunakan anggaran dari APBD Sleman tahun 2014.
“Namun jumlahnya masih terbatas, sehingga pengembangannya akan dioptimalkan untuk membangun Geoservis Peta Kebencanaan,” katanya.
Geoservis Peta Kebencanaan diharapkan dapat memberikan informasi data spasial dan tabular yang mampu mendukung pengambilan keputusan dalam rangka penanggulangan bencana yang terjadi.
Arah dari pembangunan Geoservis Peta Kebencanaan ini adalah untuk memetakan daerah rawan bencana melengkapi peta kawasan rawan bencana (KRB) yang sudah ada.
Saat ini, Pemkab Sleman baru memiliki peta KRB Merapi, sedangkan bencana yang dihadapi oleh Sleman tidak hanya berasal dari Gunung Merapi. Ada pula kejadian bencana tanah longsor di kawasan Berbah dan Prambanan, angin puting beliung di wilayah Sleman tengah dan kekeringan di wilayah Prambanan.
Selain itu, Geoservis Peta Kebencanaan juga akan dilengkapi informasi tentang titik-titik kejadian bencana, sehingga nantinya dapat diketahui pola kejadian bencana di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.


