Gelar Rakor, Condongcatur Siap Mulai Proses Pengaspalan Jalan di 11 RW

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan pembangunan jalan aspal di padukuhan, pada Kamis (24/4/2025), di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur.

Penanggungjawab kegiatan dari bidang Ulu – Ulu Condongcatur dengan mengundang Dukuh, Ketua Sub Unit LPMKal Padukuhan, Ketua RW dan Panitia Pembangunan di wilayah RW masing-masing.

Ulu Ulu Condongcatur, Murgiyanta menuturkan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan pembangunan berbasis di tingkat RW dari hasil Musyawarah Padukuhan (Musduk) beberapa waktu lalu. Pada tahun ini, dari 18 padukuhan, pembangunan akan dilaksanakan di 64 RW. Adapun jenis pembangunan yang hendak dilakukan ialah jalan konblok, jalan aspal, jalan corblok, drainase dan pembangunan SPAH.

“Sebelumya pada tanggal 16 April 2025 yang lalu kita telah melaksanakan rapat koordinasi bantuan pembangunan jalan Konblok, hari ini kita kembali mengundang dari RW dan padukuhan yang akan melaksanakan pembangunan jalan aspal di 10 Padukuhan, 11 RW yaitu RW 32 (Gejayan), RW 48 (Kentungan), RW 43 (Kayen), RW 59 (Joho), RW 2 (Tiyasan), RW 64 (Manukan), RW 10 (Sanggrahan), RW 20 (Ngringin), RW 11 dan 13 (Gempol) dan RW 62 (Ngropoh),” jelas Murgiyanta.

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari pada kesempatan yang sama menjelaskan  bahwa ada ketentuan baru mulai tahun ini yaitu adanya sistem pajak menggunakan aplikasi Coretax. Di mana, semua pembelian barang di toko diwajibkan mempunyai NPWP dan harus dapat mengeluarkan faktur pajaknya. Sehingga dalam pelaksanaannya, proyek ini akan bekerja sama dengan pihak ketiga, dan proses pelaksanaannya dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2025 mendatang.

“Pengaspalan jalan ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan infrastruktur jalan untuk kenyamanan warga dalam mendukung aktifitas dan mobilitas sehari-hari, ketika jalan kampung mulus dan tidak berlubang akan tercipta kenyamanan dan rasa aman ketika melewatinya,” tutur, Riska.  

Untuk itu ia berharap agar swadaya masyarakat terus ada disetiap proses Pembangunan. Sebab, bantuan dari pemerintah bersifat menstimulus, dan masyarakat tetaplah berperan penting dalam merawat hasil hasil pembangunannya. (Wasana / Kim Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: