Menebar Asa Kemandirian Pangan Lewat Budidaya Ikan Nila

Sleman— Upaya menciptakan kemandirian pangan terus digalakkan warga Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman. Melalui program ketahanan pangan berbasis komunitas, warga mengembangkan budidaya ikan nila sebagai solusi pemenuhan gizi sekaligus peningkatan ekonomi rumah tangga.

Program ini digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Banyuraden dan dijalankan secara swadaya oleh warga. Sebanyak 35 kilogram bibit ikan nila ditebar di kolam seluas 64 meter persegi milik Kelompok Budidaya Ikan Mina Mukti Dowangan. Penebaran dilakukan langsung oleh Ketua LPM Banyuraden, Edi Waluyo, pada Kamis (1/5/2025).

“Ikan nila dipilih karena mudah dibudidayakan, cepat panen, dan bernilai gizi tinggi. Dalam waktu tiga hingga empat bulan, ikan sudah bisa dikonsumsi atau dijual,” ujar Edi. Ia menambahkan, sebagian hasil panen akan dipasarkan oleh kader kesehatan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein balita.

Menurut Edi, budidaya ikan nila bukan sekadar proyek pertanian air, tetapi bagian dari strategi untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan masyarakat. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang hidup di tengah masyarakat urban.

“Ini adalah bentuk gotong royong dan kemandirian yang tumbuh dari warga, bukan instruksi dari atas. Pemerintah kalurahan hanya berperan sebagai fasilitator dan penghubung ke lembaga pendukung,” jelasnya.

Hasil panen tidak hanya dikonsumsi secara mandiri, tetapi juga dijual ke pasar sekitar dan beberapa rumah makan yang telah menjadi pelanggan tetap. Hal ini membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi keluarga yang selama ini bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah.

Budidaya ikan nila juga dinilai sebagai sumber protein hewani yang murah dan kaya manfaat, terutama bagi tumbuh kembang anak. Dengan keterlibatan kader kesehatan, ikan hasil panen akan menjadi bagian dari distribusi makanan bergizi di tingkat rumah tangga.

Program ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendorong terbentuknya kedaulatan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dari kolam kecil di sudut kampung, warga Banyuraden tengah menebar harapan besar menuju kemandirian yang berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: