Adipusaka, Menjaga Warisan Pengetahuan Lewat Wikipedia Jawa

Sleman – Di tengah derasnya arus informasi digital, Komunitas Wikimedia Yogyakarta mengambil langkah berbeda: melestarikan pengetahuan lokal melalui penulisan artikel di Wikipedia Jawa. Melalui lokakarya bertajuk Adipusaka, sebanyak 20 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan penulisan di Padepokan ASA, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, pada Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, guru, pegiat budaya, pustakawan desa, hingga jurnalis warga dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Syarat utama keikutsertaan adalah kemampuan berbahasa Jawa serta membawa laptop atau tablet untuk praktik langsung.

Koordinator Adipusaka, Samhidayat, menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi ruang belajar bersama untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal secara terbuka, kolaboratif, dan berstandar global. “Melalui lokakarya ini, kami ingin mendorong lebih banyak warga menjadi produsen pengetahuan, bukan hanya konsumen,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Materi lokakarya disampaikan seluruhnya dalam bahasa Jawa oleh fasilitator dari Wikimedia Indonesia. Sesi dimulai dari pengenalan Wikipedia Jawa (Pitepungan), pembuatan akun dan ejaan khas (Pituduh), pengisian profil pengguna (Ngisi Profil), hingga praktik menulis artikel lengkap (Nulis Artikel) dengan memasukkan pranala dan rujukan.

Samhidayat menegaskan bahwa Wikipedia bukan media opini. Penulisan artikel harus memenuhi prinsip objektivitas, netralitas, dan berbasis sumber tepercaya. Karena itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang cara mencari dan mengevaluasi referensi dari arsip, buku, berita daring, serta pentingnya memahami hak cipta dan lisensi terbuka.

Dalam praktik langsung, peserta menulis artikel tentang situs budaya atau tradisi lokal yang telah ditentukan oleh Komunitas Wikimedia Yogyakarta. Tujuannya adalah memastikan konten yang dibuat relevan, faktual, dan mencerminkan kekayaan budaya daerah.

Lokakarya ini tak hanya memperkaya keterampilan teknis menulis, tetapi juga membangkitkan kesadaran bahwa dokumentasi pengetahuan adalah tanggung jawab bersama. “Menulis di Wikipedia Jawa bisa dilakukan siapa saja, asal memenuhi standar yang ditentukan,” jelas Samhidayat.

Ia berharap para peserta dapat menjadi kontributor aktif Wikipedia Jawa dan menularkan ilmunya ke komunitas masing-masing. “Terlalu banyak warisan budaya yang luput dari dokumentasi. Dengan semangat gotong royong dan literasi digital, kita bisa menjaga pengetahuan lokal dari kepunahan,” tandasnya.

Adipusaka menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dimulai dari hal sederhana: menulis tentang kampung halaman. Dengan langkah kecil ini, warisan budaya lokal bisa tetap hidup dan bersinar di mata dunia. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: