Pandu HW Wreda Sleman Periode 2025–2029 Resmi Dikukuhkan

Sleman — Kepengurusan Kabilah Pandu Hizbul Wathan (HW) Wreda Sleman periode 2025–2029 resmi dikukuhkan pada Minggu (18/5/2025) di Balai Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman. Acara ini dirangkaikan dengan kegiatan Temu Kangen dan Pengajian Tiga Bulanan Pandu Wreda se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Susunan kepengurusan periode ini dipimpin oleh H. Sujarwo bersama tiga ketua, tiga sekretaris, empat bendahara, serta sejumlah bidang kerja, di antaranya Bidang Tabligh/Kerohanian, Publikasi dan Dokumentasi (Pubdekdok), Seni dan Budaya, serta Organisasi dan Kewilayahan.

Acara dihadiri oleh perwakilan kabilah dari berbagai wilayah di DIY, seperti Kabilah Kota Yogyakarta, Blawong Bantul, Srandakan Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Sleman. Jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Berbah, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kapanewon Berbah turut menyemarakkan kegiatan ini. Penampilan seni turut memeriahkan acara, seperti Drumband HW Wreda Blawong Bantul, Angklung dan Drumband SD Muhammadiyah Pajangan I, serta tarian “Anoman Obong” dari SMP Muhammadiyah Berbah.

Ketua Pandu HW Wreda DIY, Ramanda H. Wachid Ahmadi, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar kepada pengurus baru agar terus menjaga marwah organisasi.

“Janji Pandu Wreda harus dipegang teguh. Kita harus bisa menjadi teladan bagi generasi penerus, seperti yang dicontohkan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Pandu Wreda harus dapat dipercaya, setia, siap menolong, cinta perdamaian, serta mandiri,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Dr. H. Riduwan, S.E., M.Ag., dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, menekankan peran penting Pandu HW Wreda dalam memperkuat dakwah dan kontribusi sosial. Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 110 sebagai pengingat bahwa umat Islam adalah sebaik-baik umat yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

“Pandu HW Wreda harus mampu menjadi penyemangat dakwah yang mencerahkan, sesuai manhaj Muhammadiyah, serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Dakwah bisa berbasis budaya, media, dan aksi nyata,” tegas Riduwan.

Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Pandu HW Wreda sebagai teladan dan penggerak nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan, khususnya di kalangan warga Muhammadiyah usia lanjut. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: