KWT Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikan Kabupaten Sleman menggelar pelatihan pemanfaatan tanah pekarangan untuk tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di lokasi yang berbeda, yaitu Padukuhan Krasan, Padukuhan Margobinangun, dan Padukuhan Bulu. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari, di rumah Dukuh Bulu, Jogotirto, Berbah, Senin (2/6/2025).

Pada kesempatan itu, ketiga KWT mendapatkan materi pelatihan pemanfaatan tanaman pekarangan  dan stimulan bantuan berupa 30 ekor ayam bahagia atau ayam petelur dengan kandang battery. Ayam jenis ini apabila dalam proses pemeliharaan dan pemberian ransum pakan sesuai dengan anjuran, akan menghasilkan telur omega tiga yang harganya lebih mahal dibanding telur ayam pada umumnya.

Selain itu, bantuan lainnya berupa  600 ekor bibit lele beserta kolam terpal bundar,  berbagai benih  sayuran. Namun, khusus bagi KWT Bulu Makmur, mendapat tambahan bantuan berupa rumah bibit.

Terkait hal itu, Lurah Jogotirto mengatakan kelompok wanita tani diharapkan bisa mandiri dalam penyediaan bibit sayuran.

“Kalau memungkinkan bisa menyiapkan bibit sayuran untuk  KWT satu Kalurahan Jogotirto,” ungkap Mitha Mayasari.

Ia juga berpesan untuk memanfaatkan pelatihan tersebut dengan baik. Sehingga pasca pelatihan, seluruh KWT bisa memelihara bantuan yang diberikan dengan baik. Kemudian pengelolaan keuangan KWT juga harus teliti.

“Jangan sampai nanti setelah panen tidak ada dana untuk mengisi kandang lagi. Eman (sayang) kalo kandang atau kolam jadi mangkrak. Management pengelola keuangan KWT  harus teliti agar nantinya setelah panen tetap masih bisa melanjutkan usaha. Baik budidaya lele ataupun ayam bahagia,” pesan Mitha.

Sementara, Panewu Anom Kapanewon Berbah, Noor Bramantyo di dampingi Kepala Jawatan Kemakmuran, Ringgo  Anthoni Suryo dalam sambutannya memberikan pesan untuk KWT Bulu Makmur agar memanfaatkan pekarangan yang ada. Selain menanam di tanah pekarangan bisa juga menanam  tanaman sayuran.

“Banyak sampah yang bisa dipakai seperti galon bekas, bekas tempat cat, bekas wadah minyak goreng atau yang lain. Yang penting ada semangat niat untuk mempergunakan sampah yang masih bisa di manfaatkan,” ucap Noor.

“Bila dirasa memerlukan pelatihan misal pembuatan kompos, pembibitan dan lainya bisa mengajukan permintaan pelatihan melalui jawatan Kemakmuran . Banyak program pelatihan  yang ada di pemerintahan,” sambungnya. (Kusnadi / KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: