Vape: Bahaya Dibalik Kepulan Asap Modern

Sleman – Dalam rangka mendukung peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada 31 Mei lalu, Puskesmas Depok II mengadakan rapat koordinasi dan sosialisasi kesehatan bertema ‘Waspadai Bahaya Vape bagi Kesehatan’. Kegiatan ini diselenggarakan pada, Selasa (3/6/2025) di Aula Pudewa dan diikuti oleh 40 kader dari masing-masing posyandu di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam terkait dampak negatif penggunaan rokok elektrik atau vape, yang kini marak di kalangan masyarakat khususnya remaja. Materi disampaikan oleh dua narasumber dari Puskesmas Depok II, yakni Bernadetta Dewantari dan Ardika Rahman Putra yang menyoroti berbagai kandungan berbahaya dalam cairan vape.

“Vape sering kali disalah artikan sebagai pilihan yang lebih aman dibandingkan rokok biasa. Padahal, faktanya vape mengandung zat kimia berbahaya seperti nikotin, diacetyl, gliserol, glikol, logam berat, acetaldehyde, dan akrolein. Zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, jantung, bahkan otak,” ujar Bernadetta dalam pemaparannya.

Ia menambahkan bahwa diacetyl diketahui bisa memicu popcorn lung, yaitu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Sementara itu, nikotin bersifat adiktif dan dapat mengganggu perkembangan otak remaja. Vape juga menjadi salah satu pintu masuk yang berisiko menuju penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), karena tampilan dan aroma vape yang dianggap menarik dan aman.

Sementara Andika Rahman selaku narasumber kedua menuturkan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semangat para kader kesehatan dalam menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat secara aktif. Tak hanya soal vape, tetapi juga tentang pentingnya gaya hidup sehat, bebas asap rokok, dan upaya perlindungan terhadap generasi muda.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun lingkungan yang sehat dan sadar risiko. Edukasi tentang bahaya rokok dan vape akan terus kami galakkan, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan bebas asap rokok,” ungkap Ardika Rahman.

Dengan semangat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, sosialisasi ini menjadi langkah nyata untuk menurunkan angka perokok pemula, dan meningkatkan kesadaran akan bahaya tersembunyi dari produk tembakau modern seperti vape.  (Tri Suhartati /KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: