Bioflok; Metode Ampuh Efisiensi Pakan dan Tingkatan Hasil Panen Budidaya Lele

Sleman – Dalam rangka peningkatan hasil panen budidaya lele, Kelompok Wanita Tani (KWT) Bulu Makmur mengikuti pelatihan pemanfaatan pekarangan, yang berlangsung di rumah Dukuh Bulu, Kalurahan Jogotirto, Selasa (3/6/2025). Pelatihan yang berlangsung pada hari kedua ini menghadirkan seorang narasumber dari Penyuluhan Perikanan Wilayah Berbah, Dian Widianing Astuti.

Pada kesempatan itu, Dian menjelaskan bahwa budidaya ikan lele ataupun jenis ikan lainnya, idealnya dilakukan pada lahan yang dekat dengan sumber air irigasi.

“Namun apabila jauh atau tidak memungkinkan mendapatkan sumber irigasi, masih bisa memelihara lele atau ikan lainnya dengan pengairan menggunakan air dari sumur,” jelas Dian.

Selain itu, pemeliharaan ikan lele juga dapat dilakukan di dalam kolam atau bak semen yang berada di atas tanah. Pembuatan kolam tersebut dapat menggunakan buis beton ataupun terpal. Sistem bioflok juga dapat dioptimalkan dalam budidaya lele.

Bioflok merupakan sebuat metode pemeliharaan ikan lele dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah limbah hasil budidaya menjadi gumpalan kecil (flok) yang berfungsi sebagai pakan alami bagi lele. Penerapan sistem bioflok akan mengurangi pemakaian pakan pabrikan, sehingga diharapkan dapat menambahkan penghasilan saat panen.

“Sistem ini menjadi menguntungkan bagi petani ikan karena bisa mengurangi biaya pakan buatan, meningkatkan kualitas air memungkinkan pertambahan kepadatan tebar,” ungkap Dian.

Adapun persiapan budidaya lele dengan bioflok perlu memperhatikan beberapa hal mulai dari aerator untuk mengaduk kolam sekaligus menjaga kualitas air kolam. Kemudian mempersiapkan mikroorganisme pengurai dengan menambahkan probiotik. Lalu menjaga kualitas PH air, kadar amoniak, nitrat, nitrit, dan sejumlah oksigen yang terlarut.

Dian pun menekankan, bahwa dalam menggunakan metode bioflok sangat penting untuk melakukan sterilisasi kolam dengan menyemprotkan kaporit, kapur, dan lain-lain. Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan langkah-langkah penerapan biflok untuk budidaya ikan lele.

“Masukkan air hingga penuh aerator dihidupkan diamkan satu hari. Masukkan garam grosok 1 kg per meter persegi kolam didiamkan selama tiga hari. Tambahkan tetes tebu 200ml per meter kubik. Masukkan larutan probiotik bila bentuk cair 20 mili liter per meter kubik, kalo bentuk tepung10 gram per meter kubik, juga ditambahkan ragi tape satu butir per meter kubik, satu sendok teh ragi roti untuk satu meter kubik, diamkan 10 hari, ” ujarnya.

“Untuk selanjutnya tebar bibit dengan kepadatan 300 sampai 1000 ekor per meter kubik dengan ukuran delapan  sampai 12 centi meter. Untuk mengurangi stres pada lele sebaiknya penebaran bibit ikan dilakukan pada pagi atau sore hari tidak langsung di berikan pakan, dipuaskan selama 24 jam,” tandas Dian.

Ia menambahkan, pada bulan pertama pemeliharaan perlu penambah probiotik 10 mili liter per kubik dan tetes tebu 10 mili litaer per kubik. Penambahan dilakukan lima sampai tujuh hari sekali. Kemudian pada bulan kedua penambah probiotik dan tetes tebu dilakukan tiga sampai lima hari sekali dengan dosis yang sama. Lalu pada bulan ketiga penambahan probiotik satu sampai tiga hari sekali.

Sedangkan pemberian pakan pada budidaya lele bioflok dilakukan satu hari dua kali pagi sore dengan jarak 10 jam. Pakan untuk lele mengandung komposisi protein minimal 30 prosen.

“Pemberian pakan 80 sampai 90 persen kenyang dengan melakukan sempling dari jumlah pakan yang termakan. Peningkatan jumlah pakan dapat di lakukan 4 hari sekali. Sebelum diberikan pakan lele dilakukan fermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan protein pada pakan lele.vuntuk dosis pemberian probiotik dua mili liter per kilo pakan,” jelas Dian.

Setelah pemeliharaan lele, hari ke-70 sudah bisa dilakukan pemanenan dengan seleksi ukuran atau dilakukan panen total.

“Yang perlu dilakukan pada saat selesai panen adalah pembersihan kolam dan sterilisasi. Persiapan kolam sama dengan pada saat awal persiapan pemeliharaan,” pungkas Dian (Kusnadi / KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: