Sleman – Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang rawan berbagai jenis bencana, baik alam maupun nonalam. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi prioritas utama.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman adalah pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana (PRB), serta penguatan kapasitas lokal.
Hal ini ditekankan Ketua PMI Sleman, dr. Mafilindati Nuraini dalam pembukaan pelatihan tim siaga berbasis masyarakat (SIBAT) di aula Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (10/6/2025).
“Ini salah satu upaya PMI Kabupaten Sleman untuk meningkatkan dan menguatkan kapasitas masyarakat, khususnya di Kaluraran Purwobinangun sini,” ungkap Linda.
Program pemberdayaan masyarakat aman dan tangguh bencana (MANTAB) ini, menurut Linda, berupa pelatihan dan pembentukan tim siaga berbasis masyarakat (SIBAT) Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman.
“Tim ini berperan sebagai penggerak dalam upaya pengurangan risiko bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, penyakit, dan faktor lainnya,” tambahnya.
Menurutnya, program MANTAB ini bukan hal baru. Sebab, PMI Kabupaten Sleman pernah melaksanakan program serupa di Kalurahan Purwobinangun dengan nama Integrate Community Base Risk Reductions (ICBRR) antara tahun 2008-2011.
Linda melanjutkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama (MoU) antara PMI Kabupaten Sleman dengan Pemerintah Kalurahan Purwobinangun Nomor: 014/02.05.03/RLW/I/2024- Nomor : 440/36/V/2024 tentang program kalurahan mitra dalam pengembangan kegiatan kepalang merahan dan pengurahan risiko.
“Kalurahan Purwobinangun memiliki predikat pusat unggulan untuk pelaksanaan program MANTAB tingkat madya, dengan pelaksanaan program kali ini kami berharap predikat meningkat menjadi tingkat utama,” harap Linda.
Dalam sambutannya, Linda turut mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung berbagai kegiatan PMI Kabupaten Sleman dalam menjalankan program-program pengurangan risiko becana di wilayah Kabupaten Sleman.
Hadir dalam kesempatan itu perwakilan PMI DIY, perwakilan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Panewu Pakem, dan Lurah Purwobinangun. (Athiful/KIM Depok)


